Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
KNPA : Rumah Bocah Hilang Angeline Tidak Layak Huni
Senin, 25 Mei 2015,
21:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pasca menghilangnya bocah bernama Angeline (8), Komisi Nasional Perlindungan Anak (KNPA) akhirnya turun tangan dan mendatangi kediaman orang tua angkat Angeline yang bernama Margareta di Jalan Sedap Malam nomer 26 Denpasar, Bali.
Dalam pertemuan itu, Margaritha sempat histeris karena merasa tidak terima pernyataan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (KNPA) Arist Merdeka Sirait yang menyatakan rumahnya dianggap tidak layak untuk ditinggali Angeline.
Pernyataan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (KNPA) Arist Merdeka Sirait bukan tanpa alasan. Pasalnya, saat Arist dengan ditemani sejumlah petugas kepolisian diajak Margaritha masuk ke dalam rumahnya dan di dalamnya dipenuhi oleh kandang ayam dan anjing.
Setelah melihat didalam rumah dan sekitarnya, Arist pun akhirnya menyatakan kondisi rumah yang ditempat Angeline kurang sehat dan kurang layak untuk dihuni oleh seorang anak.
"Jika Angeline ditemukan, maka bocah itu tidak diperbolehkan langsung tinggal di rumahnya, namun akan dibawa dulu ke tempat lain untuk disembuhkan trauma psikologisnya," ucap Arist di Denpasar, Senin (25/5/2015).
Sementara, Margareta berdalih jika nanti Angeline ditemukan, ia mengaku anak asuhnya itu akan segera dibawa ke Amerika untuk tinggal bersama bibinya.
"Saya tidak terima dengan penghinaan ini. Saya akan membunuh siapa pun yang mengambil anak saya. Saya sayang sama Angeline, dia juga sayang sama saya," teriak Margareta dengan histeris,
Meski mendapat ancaman dibunuh, Arist berharap pihak kepolisian segera menemukan Angeline demi perbaikan mental anak yang dinilai salah didik dan tinggal di rumah tidak layak huni. Menurutnya, orangtua asuhnya sebenarnya hidup berkecukupan, sayangnya memelihara puluhan ayam dengan kandang yang kotor dan bau.
"Kami ingin menolong justru saya mau dibunuh. Meski begitu, kami akan terus bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk segera menemukan adik Angeline," ungkap Arist.
Seperti diberitakan sebelumnya, bocah bernama Angeline (8) pada 16 Mei 2015 lalu menghilang, saat ia bermain di depan rumahnya. Isu miring pun berhembus mengenai orang tua angkat Angeline bernama Margaretha yang dinilai sejumlah pihak sangat tempramental yang sering memarahi Angeline dan membiarkannya tinggal di tempat kumuh.
Selain dinilai kurang perhatian, Margaretha juga dianggap memaksa Angeline membersihkan kandang ayam serta menelantarkannya dengan membiarkan si anak berjalan kaki ke sekolah dengan jarak tempuh lebih dari satu kilometer.
Sikap Temperamental Ortu Asuh Diduga Pemicu Hilangnya Bocah Angeline
Berdasarkan penyelidikan pihak kepolisian Polresta Denpasar dan dari hasil kunjungan Komisi Nasional Perlindungan Anak (KNPA) bahwa sikap dan perilaku orangtua angkat Angeline bernama Margareta menjadi salah satu pemicu hilangnya Angeline pada 16 Mei 2015, saat ia bermain di depan rumahnya di Jalan Sedap Malam nomer 26 Denpasar, Bali
Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait dalam kunjungan langsung kerumah Margareta atau orangtua angkat Angeline, menilai jika Margareta merupakan sosok wanita yang temperamental atau mudah marah yang meledak-ledak.
Saat berkunjung itu, Margareta yang emosional itu juga mengancam akan membunuh siapa pun yang akan mengambil alih pengasuhan anak untuk pengembalian mental si anak oleh Komnas Perlindungan Anak.
Sikap temperamental Margareta juga terungkap berdasarkan hasil investigasi dari orang dekat, dimana Angeline kerap mengalami penyiksaan baik fisik, maupun mental.
Sikap temperamental orang tua asuhnya, ditambah tempat tinggal Angeline yang tidak layak huni bagi anak maupun orang dewasa karena kumuh dan kurang sehat sehingga Komnas Perlindungan Anak memutuskan menyelamatkan Angeline jika sudah ditemukan dengan mengambil alih sementara pengasuhannya.
"Kondisi keluarganya tidak baik, dari segi tempat tinggalnya yang tidak layak untuk anak-anak, orang dewasa pun tidak layak tinggal di sana," ucap Arist di Denpasar, Senin (25/5/2015).
Sementara itu, hari ini tim Komnas Perlindungan Anak yang mendatangi dan melakukan pertemuan dengan pihak Polresta Denpasar sepakat melakukan kerjasama dalam menemukan Angeline (8), yang hilang saat bermain di depan rumah, di Jalan Sedap Malam nomor 26 Denpasar.
Dalam pertemuan itu dihasilkan kesepakatan bersama kedua lembaga akan saling memberikan informasi jika menemukan keberadaan Angeline yang sudah 9 hari belum ditemukan.
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026