Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Komunitas Mahogani Buleleng Sosialisasi Keunggulan Cengkeh Sambung
Sabtu, 27 Juni 2015,
00:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Buleleng. Komunitas Mahogani ( Masyarakat Hortikultura & Gerakan Petani ) Bali yang bermarkas di jalan Raya Ringdikit 900 X desa Ringdikit, Kecamatan Seririt Buleleng, terus berusaha mengembangkan dan mensosialisasikan keunggulan cengkeh sambung (grafting).
Sosialisasi cengkeh sambung antara lain dilakukan lewat pameran produksi cengkeh pada tanggal 15 Juni 2015 lalu bertempat di sebelah barat pantai Penimbangan Singaraja. Pameran diselenggarakan Agro Cita Mandiri, yang berpusat di Surabaya.
Selain pameran juga dilakukan pelatihan langsung ke petani mengadakan demoplot, pemupukan, membagikan bibit unggul dan perlombaan antar kelompok petani cengkeh dalam hal perawatan dan pemeliharaan cengkeh.
walaupun pameran hanya diselenggarakan sehari cukup membuat antusias pengunjung yang hampir 2.000 orang memenuhi areal pameran mayoritas dihadiri para petani dan pengusaha cengkeh. Stan yang paling ramai dikunjungi adalah stand Mahogani Bali yang memperkenalkan cengkeh sambung (grafting) yang memiliki keunggulan dibanding cengkeh lokal yang ada selama ini.
"Keunggulan cengkeh sambung (grafting) tidak memerlukan banyak air, mampu hidup 0 permukaan laut (DPL), waktu pembungaan lebih cepat yakni 3-4 th sudah belajar berbuah, buah/ bunga lebih panjang dan lebih besar dibanding bunga lokal. Batang bawah yang digunakan dari spesies jambu dengan sebutan "banji" semakin meyakinkan karena akar yang dimiliki jauh lebih banyak dibanding akar cengkeh,"ujar Ketua Komunitas Mahogani, Agus Yogi Yadnya, Sabtu (27/6/2015).
Komunitas Mahogani Bali dimotori oleh Agus Yogi Yadnya, penggiat dunia pariwisata yang memiliki mimpi mengabungkan dunia Agro dengan bibit-bibit unggul, dengan dunia pariwisata. Ia menggandeng sahabat lamanya, Gede wiastha, penekun dalam bidang pertanian yang sudah malang melintang di bidang pembibitan.
"Semoga apa yang menjadi harapan bisa meningkatkan jenis bibit, kualitas bibit dan hasil buat para petani Bali. Pemanfaatan lahan sungguh-sungguh untuk para petani Bali yang semakin termarginalkan,"ujarnya.
Tujuan akhir yang ingin dicapai adalah bagaimana petani sebagai mitra pemerintah untuk pengadaan bibit cengkeh sambung (grafting) yang nantinya memiliki nilai lebih berdampak langsung terhadap petani. [bbn/psk]
Berita Buleleng Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2812 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1984 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026