Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Komunitas Mahogani Buleleng Sosialisasi Keunggulan Cengkeh Sambung
Sabtu, 27 Juni 2015,
00:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Buleleng. Komunitas Mahogani ( Masyarakat Hortikultura & Gerakan Petani ) Bali yang bermarkas di jalan Raya Ringdikit 900 X desa Ringdikit, Kecamatan Seririt Buleleng, terus berusaha mengembangkan dan mensosialisasikan keunggulan cengkeh sambung (grafting).
Sosialisasi cengkeh sambung antara lain dilakukan lewat pameran produksi cengkeh pada tanggal 15 Juni 2015 lalu bertempat di sebelah barat pantai Penimbangan Singaraja. Pameran diselenggarakan Agro Cita Mandiri, yang berpusat di Surabaya.
Selain pameran juga dilakukan pelatihan langsung ke petani mengadakan demoplot, pemupukan, membagikan bibit unggul dan perlombaan antar kelompok petani cengkeh dalam hal perawatan dan pemeliharaan cengkeh.
walaupun pameran hanya diselenggarakan sehari cukup membuat antusias pengunjung yang hampir 2.000 orang memenuhi areal pameran mayoritas dihadiri para petani dan pengusaha cengkeh. Stan yang paling ramai dikunjungi adalah stand Mahogani Bali yang memperkenalkan cengkeh sambung (grafting) yang memiliki keunggulan dibanding cengkeh lokal yang ada selama ini.
"Keunggulan cengkeh sambung (grafting) tidak memerlukan banyak air, mampu hidup 0 permukaan laut (DPL), waktu pembungaan lebih cepat yakni 3-4 th sudah belajar berbuah, buah/ bunga lebih panjang dan lebih besar dibanding bunga lokal. Batang bawah yang digunakan dari spesies jambu dengan sebutan "banji" semakin meyakinkan karena akar yang dimiliki jauh lebih banyak dibanding akar cengkeh,"ujar Ketua Komunitas Mahogani, Agus Yogi Yadnya, Sabtu (27/6/2015).
Komunitas Mahogani Bali dimotori oleh Agus Yogi Yadnya, penggiat dunia pariwisata yang memiliki mimpi mengabungkan dunia Agro dengan bibit-bibit unggul, dengan dunia pariwisata. Ia menggandeng sahabat lamanya, Gede wiastha, penekun dalam bidang pertanian yang sudah malang melintang di bidang pembibitan.
"Semoga apa yang menjadi harapan bisa meningkatkan jenis bibit, kualitas bibit dan hasil buat para petani Bali. Pemanfaatan lahan sungguh-sungguh untuk para petani Bali yang semakin termarginalkan,"ujarnya.
Tujuan akhir yang ingin dicapai adalah bagaimana petani sebagai mitra pemerintah untuk pengadaan bibit cengkeh sambung (grafting) yang nantinya memiliki nilai lebih berdampak langsung terhadap petani. [bbn/psk]
Berita Buleleng Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026