Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Tantangan Sudirta-Sumiati Membangun Karangasem
Pilkada Serentak
Jumat, 31 Juli 2015,
12:35 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Setelah menyerahkan visi-misi dan program saat mendaftar di KPU Karangasem, Selasa (28/7/2015) lalu, tantangan pertama adalah meyakinkan masyarakat, apakah kandidat bupati-wakil bupati PDIP Wayan Sudirta-Made Sumiati, mampu menjabarkannya menjadi program kongkret? Kalimat dalam visi-misi kandidat PDIP itu indah menjanjikan, 'Jalan Perubahan Menuju Karangasem yang Maju, Berdikari, Harmonis dan Sejahtera.''
Menilik sosok serta track record Wayan Sudirta dan Made Sumiati, kepercayaan publik memang kuat. Hasil survei SMRC (Saiful Mujani Research and Consulting) pun mengunggulkan Wayan Sudirta terhadap kandidat lain, dengan siapapun dia dipasangkan. Sudirta adalah anak seorang Kepala Dusun yang mendapat gemblengan keras, hingga menjadi advokat, lalu senator Bali di DPD RI 2004-2014 yang menyerahkan seluruh gajinya selama 10 tahun untuk pelayanan masyarakat. Made Sumiati adalah Srikandi Karangasem yang awalnya seorang advokat, lalu terjun ke politik dan menjadi Anggota DPRD Bali dua periode.
Karangasem bisa maju dan berdikari bila mendapat pemimpin yang mampu mengelola potensi daerah, baik sumberdaya manusia maupun sumberdaya alamnya. Ada pejuang dan pengabdi kemanusiaan seperti Ibu Gedong Bagoes Oka (alm), pendiri Ashram Shanti Dasa dan penekun ajaran Gandhi, satu bukti Karangasem tak kekurangan sumberdaya manusia. Kini terdapat sejumlah tokoh berbagai profesi, seperti dokter, gurubesar di perguruan tinggi, birokrat, sampai konglomerat nasional dan lain-lain, yang bila diajak bersama-sama membangun Karangasem, akan menjadi kekuatan yang dahsyat.
Memang, visi membuat Karangasem maju berdikari yang diemban Sudirta-Sumiati, menghadapi tantangan berat, karena daerah bumi lahar ini selama ini kurang tergarap. Daerahnya kering dan miskin, yang pintar dan potensial merantau meninggalkan Karangasem, PAD-nya sekitar Rp 100 milyar per tahun, sebagian besar sumberdaya manusianya berpendidikan rendah, rumahtangga miskinnya sekitar 13 ribu KK dan sisi negatif yang diingat tentang Karangasem adalah sebagai daerah ''produsen gelandangan pengemis.''
''Membuat maju dan berdikari daerah seperti ini pastilah tidak mudah, kalau kita pesimis dan melulu meratapi kekurangannya. Namun, bila kami dipercaya memimpin Karangasem, kita gerakkan potensi untuk maju dan mengatasi kemiskinan yang ada. Kami mendengar masukan para ahli serta pengalaman , bantuan dari jaringan dan lobi yang selama ini kami sering bekerjasama, diantaranya selama 10 tahun di DPD RI. Dan tidak kalah penting, di Karangasem tersimpan potensi swadaya masyarakat diantaranya menjadi success story seperti petani di Dusun Palak Desa Besakih, yang hidup makmur dari bertani. Potensi dusun dan desa lainya bila disupport Pemerintah, pasti bisa membangkitkan kemandirian masyarakatnya, karena pada dasarnya mereka punya semangat gotong royong yang kuat,'' kata Wayan Sudirta dan Made Sumiati, tentang visi dan programnya.
Karenanya, PAD Karangasem yang sekitar Rp 169 milyar per tahun, hanya 16,19% dari penerimaan daerah, jangan jadi kambing hitam, lalu melonggarkan kebijakan dengan membiarkan berbagai investasi masuk.
''Potensi swadaya masyarakat harus di-support, kita bisa belajar dari Korea, dimana swadaya masyarakat desa sangat tinggi. Penduduknya makmur, desanya maju, urbanisasi terkendali. Di Karangasem, kita mesti meningkatkan PAD dengan mengundang investasi yang selaras kepentingan menjaga kawasan suci Sad Kahyangan dan Dang Kahyangan. Sebaliknya, investasi yang merusak lingkungan dan kawasan suci, mungkin memberikan keuntungan sesaat, tapi anak cucu bisa merana dan menyalahkan kita kelak,'' imbuh Sudirta. [bbn/rls/*]
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2237 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026