Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Karangasem Perlu Pemimpin yang Jaga Kawasan Suci
Rabu, 5 Agustus 2015,
08:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Ketua PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) Prov. Bali, Prof. Dr. IGN Sudiana, MSi menyatakan, semua daerah di Bali, termasuk Kabupaten Karangasem, perlu figur pemimpin yang komit menjaga kesucian Pura dan kawasannya, baik Sad Kahyangan, Dang Kahyangan, Kahyangan Tiga, dan ribuan pura lain yang di-sungsung umat Hindu.
Pemimpin Karangasem juga mesti orang yang konsen pada kearifan lokal, seperti Bhisama PHDI tentang Kesucian Pura, maupun nilai-nilai lain seperti konsep Tri Hita Karana, dimana mesti ada keseimbangan dalam hubungan manusia dengan Tuhan (Parahyangan), hubungan dengan sesama manusia (Pawongan) maupun dengan alam lingkungan (pawongan).
Tanpa komitmen seperti itu, Pura-pura di Bali tidak mungkin terjaga kelestarian dan kesuciannya, karena kecenderungan investasi yang eksploitatif akan berlomba membangun di kawasan-kawasan suci, karena lanskap dari tanah di kawasan suci sangatlah indah dan asri. Tapi, bila tidak dijaga dan dibiarkan seluruhnya terbangun, keasriannya akan sirna, kesuciannya akan tercemar.
Sudiana menyatakan hal itu, serangkaian Tirta Yatra dari Calon Bupati dan Calon Bupati, Wayan Sudirta- Made Sumiati, Senin (3/8) di Pura Lempuyang, Pura Silayukti, Pura Andakasa, Pura Goa Lawah dan Pura Besakih. Tirta Yatra dipuput oleh pemangku pura setempat, dimana hadir beberapa sulinggih yang sekaligus memberikan dharma wacana perihal pentingnya menjadikan politik sebagai pelayanan suci kenegarawanan. Selain punya tugas melakukan ngelokapala seraya, Sulinggih wajib membimbing umat termasuk calon pemimpin, agar tetap di jalan dharma, seperti yang diajarkan agama. Justru karena dalam prakteknya banyak sekali politisi yang tersangkut masalah, dan politik diasumsikan sangat kotor, kehadiran dan bimbingan Sulinggih sangatlah penting.
Adapun sulinggih yang memberi dharma wacana adalah Ida Sira Mpu Dharma Sunu (Pura Lempuyang), Ida Pedanda Gede Bang Buruan Manuaba (Pura Andakasa), Ida Rsi Agni Jayamukti (Pura Silayukti), Ida Mpu Yaksa Dhaksa Manuaba (Pura Goa Lawah), Ida Pedanda Gde Sebali Tianyar Arimbawa (Pura Besakih), didampingi Ida Pandita Mpu Siwa Budha Dhaksa Dharmita, Ida Acharya Agni Yogananda, Ida Pandita Dukuh Sakti Tengahing Pada dan Ida Pandita Mpu Dharma Winata.
Sudiana menyatakan, kehadiran calon kepala daerah ke kahyangan jagat yang penting, mesti dipandang sebagai bentuk komitmen calon bersangkutan terhadap pentingnya menjaga kesucian pura dan kawasannya. Apalagi kalau yang menjadi calon adalah figur yang konsen membela Dang Kahyangan dan Sad Kahyangan dan kawasan sucinya, seperti diatur dalam Bhisama Parisada tentang Kesucian Pura.
''Upacara Tirta Yatra Tim dan pasangan kandidat, yakni Pak Sudirta dan Bu Sumiati, punya makna penting. Parisada dan Sulinggih punya tanggung jawab dan kewajiban moral, untuk memastikan bahwa calon kepala daerah adalah figur yang komit membela kepentingan umat Hindu, termasuk diantaranya Bhisama Parisada tentang Kesucian Pura dan Kawasannya,'' kata Sudiana. [bbn/rls/*]
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026