Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 27 Juli 2026
Jalan Ditutup di Goa Lawah Rugikan Ribuan Masyarakat Pengguna Jalan
Minggu, 1 November 2015,
21:50 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Beritabali.com, Denpasar. Sebuah upacara adat berlangsung di seputar Goa Lawah, Klungkung, Minggu (1/11/2015). Untuk kepentingan upacara ini, ruas jalan yang ada ditutup. Penutupan ruas jalan ini, menyebabkan kemacetan lalulintas yang panjang. Ratusan kendaraan terjebak akibat kemacetan yang berlangsung selama kurang lebih 8 jam itu.
Rombongan Ketua DPD Partai Demokrat Bali Made Mudarta, juga ikut terjebak dalam kemacetan panjang yang mencapai kurang lebih 10 kilometer itu.
"Macetnya sejak jam 11.00 Wita. Sekarang (malam Pukul 20.00 Wita, red) baru bisa jalan. Jalan ditutup karena upacara adat," jelas Mudarta, melalui sambungan telepon dari lokasi, Minggu (1/11/2015).
Politisi asal Jembrana itu, sangat menyayangkan adanya penutupan jalan secara total selama hampir 8 jam tersebut. Pasalnya, banyak warga yang dirugikan, termasuk wisatawan mancanegara.
"Macetnya sekitar 8 jam. Banyak warga yang marah. Ada juga bule sampai teriak-teriak, karena mereka kejar pesawat. Bahkan ada yang mau ke rumah sakit. Semuanya tak bisa jalan," kata Mudarta.
Ia memaklumi, bahwa penutupan jalan ini tentu untuk kepentingan upacara. Namun, ia sangat menyayangkan sikap aparat kepolisian yang ada di lokasi, karena justru membiarkan penutupan jalan itu.
Ia berpandangan, kendati ada upacara adat, namun tidak boleh menutup total jalan raya apalagi sampai 8 jam seperti kali ini. "Apalagi itu jalan negara. Seharusnya tak boleh ditutup. Walaupun ada upacara adat, tetap harus mengutamakan kepentingan umum. Polisi seharusnya tak boleh menutup jalan itu secara total," tandasnya.
Mudarta kemudian meminta semua pihak di Bali, baik masyarakat adat maupun aparat kepolisian, untuk tidak boleh menutup total jalan raya saat menggelar upacara. "Kasihan masyarakat umum, mereka terjebak kemacetan yang lama padahal ada urusan yang mendesak," ucapnya.
Ia khawatir, kemacetan seperti itu, apabila terus-menerus terjadi, bukan tidak mungkin akan merusak citra pariwisata Bali di mata wisatawan. Pasalnya, ada wisatawan yang juga ikut dirugikan karena kemacetan yang dipicu penutupan ruas jalan itu.
"Saya minta semua pihak untuk memperhatikan hal seperti ini di kemudian hari. Jangan sampai kemacetan karena upacara itu merusak citra pariwisata Bali," pungkas Mudarta.[bbn/suaradewata.com]
Berita Klungkung Terbaru
•
Berita Premium
Reporter: bbn/eng
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
02
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1945 Kali
03
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1699 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1570 Kali
05
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1519 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026