Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Bikin Game 48 Jam, Hasilnya Mulai Game "Amah Leak" Hingga "Reklamasi"
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Denpasar. Global Game Jam (GGJ) 2016, ajang bikin game serentak di seluruh dunia selama 48 jam, telah selesai diselenggarakan.
Seperti diberitakan sebelumnya, GGJ regional Bali diselenggarakan di Kampus STMIK Primakara sejak Jumat (29/1) yang lalu GGJ Bali kali ini diikuti 63 peserta dan terbagi menjadi 10 tim.
Semua tim telah mengunggah game buatannya ke situs GGJ 2016. Engine yang digunakan oleh para peserta pun beragam, mulai dari Construct 2, Unity, Corona SDK dan beberapa lainnya. Tema yang menjadi acuan peserta Global Game Jam di seluruh dunia tahun ini untuk membuat game adalah "ritual".
Para peserta GGJ yang terdiri dari beragam peran dalam pengembangan game antara lain project leader, game designer, artist, programmer, dan game tester harus membuat game berdasarkan tema yang diberikan.
Orlando Nandito Nehemia, Ketua Panitia GGJ 2016 regional Bali menyampaikan kalau GGJ kali terjadi peningkatan dari segi kuantitas dan kualitas.
"Untuk GGJ tahun ini, menghasilkan 10 game, meningkat dari tahun 2014 yang menghasilkan 4 game dan 2015 sebanyak 6 game, " ujar Nando yang juga Founder Miracle Gates Studio ini.
Game yang dihasilkan dalam GGJ kali cukup beragam, mulai dari game "Amah Leak" hingga game "Reklamasi" Bima Nurcahya, salah satu programmer yang membuat game "Reklamasi" menyampaikan bahwa ide game ini terinspirasi dari demo-demo terkait reklamasi teluk Benoa yang berbarengan dengan pelaksanaan GGJ ini.
"Idenya dari demo-demo tolak reklamasi, kebetulan sub temanya bisa mengangkat local content, jadi kita bikin game Benoa," ujarnya.
Game yang bergenre time management ini digarap selama 48 jam oleh Dita Gilang Pradana & M. Bima Nurcahya (Game Programmer), IB.
Surya Wiradnyana Manuaba & Sang Kompyang Putra Prawira (2D Artist), Made Aditya Pratama Putera (Sound Artist), Yudik (Animation) dan sebagai Game Designernya Kadek Sudiartha.
Dalam game Benoa ini pemain yang digambarkan berupa barong mengatur agar tanaman bakau cepat tumbuh dan berusaha menghambat laju excavator dengan menimbun batu-batu sebagai penghalang.
Jika tanaman bakau tumbuh lebih cepat dari kedatangan excavator, maka tanaman bakau tersebut dapat menghancurkan excavator, demikian juga sebaliknya jika excavator bisa mencapai tanaman bakau yg masih kecil,
maka tanaman bakau dan barong bisa dihancurkan dan game over "Jika pemain menang berarti bisa menyelamatkan alam," pungkas Nurcahya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5923 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2269 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan