Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Penegak Hukum Jangan "Masuk Angin" Tangani Kasus Pembunuhan Ormas
Rabu, 3 Februari 2016,
05:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Aparat penegak hukum baik di kepolisian dan kejaksaan serta hakim yang menangani kasus pembunuhan penyerangan antara anggota ormas beberapa waktu lalu agar benar-benar menangani kasus tersebut dengan serius dan jangan sampai aparat terkait 'masuk angin' ataupun tebang pilih.
Hal itu disampaikan tokoh pemuda Bali I Ketut Lea, Selasa (02/02/2016). Lea yang juga pengamat sosial itu juga meminta kasus pembunuhan penyerangan antara anggota ormas ditangani dengan serius. Pasalnya, jika tidak kekawatir banyak pihak jika kasus pembunuhan di Bali akan terus terjadi.
"Karena tidak takutnya masyarakat dengan hukum karena hukum itu sendiri dianggap bisa memilih orang dan bisa dinegosiasi. Jangan sampai anggapan ini terus-terusan ada di hati masyarakat, sehingga berdampak tidak takutnya masyarakat terhadap hukum dan bisa membuat masyarakat lainnya bisa ikut membunuh. Bahkan membunuh akan menjadi pekerjaan pokok seseorang," tegasnya.
Pria ramah dan murah senyum yang akrab disapa Ketut Leo menejelaskan jika sekarang aparat dari kepolisian dan kejaksaan serta hakim serta lapas tidak segera melakukan tindakan serius terhadap kasus pembunuhan, maka menurutnya bukan hanya ormas yang belajar membunuh masyarakat,
namun yang tidak anggota ormas pun akan senang melakukan pembunuhan. Kalau semua masyarakat senang dan tidak takut terhadap hukuman dari membunuh, maka Bali yang sebelumnya dikenal aman, perlahan akan sirna dikenal tidak akan aman kembali.
"Akan ada lagi kejadian-kejadian serupa. Agar tidak ada kejadian serupa di Bali buatlah contoh sehingga bisa menjadi cerita untuk masyarakat kalau hukuman pembunuhan tidak bisa ditoleransi dan bisa menjalani hukuman bener-bener seperti neraka. Jangan dibuat menjalani hukuman pembunuhan lebih enak dari kerja di luar, bahkan merasa lebih enak dari kerja di kapal pesiar," tegasnya.
Selama ini, kata Ketut Leo, andalan Pulau Bali yang membuat wisatawan datang berlibur dan investor berani datang untuk berinvestasi karena adanya seni budaya dan adat serta rasa amannya di Bali.
Selain itu, juga ditunjang oleh keramahan masyarakatnya yang membuat Bali selalu dicintai investor dan wisatawan mancanegara. Namun, jika di Bali terus ada pembunuhan dan pengeroyokan serta menyebabkan kematian, artinya Bali tidak lagi aman dan juga tidak ramah lagi.
"Akibatnya, perekonomian dan masyarakat Bali yang dirugikan. Saya juga rugi termasuk masyarakat Bali lainnya juga akan dirugikan. Padahal pembunuhan itu kejahatan yang paling keji.
Kok di Bali dari dulu orang yang melakukan pembunuhan berencana selalu dapat keringanan dan mendapatkan kekuasaan di dalam lapas. Itu yang membuat ketagihan orang untuk membunuh," tandasnya.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2617 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026