Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 21 September 2026
DPRD : Ada Ruang Kelas SD di Denpasar Bak Kandang Ternak
Kamis, 4 Agustus 2016,
17:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali Ketut Suwandi, melontarkan kritik keras kepada Pemkot Denpasar. Politisi gaek asal Kota Denpasar itu menuding Pemkot Denpasar tak memiliki kepedulian terkait keberadaan gedung-gedung sekolah di ibukota Provinsi Bali itu.
Minimnya perhatian ini, menurut Suwandi, dibuktikan dengan alokasi anggaran untuk perbaikan gedung ataupun pembangunan gedung sekolah baru yang sama sekali jauh dari perhatian.
"Jangan heran kalau masyarakat Kota Denpasar mengeluhkan banyaknya gedung sekolah yang rusak, kurangnya ruang kelas hingga sekolah negeri pun masih sangat kurang," kata Suwandi, di Denpasar, Rabu (3/8).
Suwandi menyontohkan SD 3 Padang Sambian, yang terletak Desa Padang Sambian Klod, Denpasar Barat. Kondisi sekolah tersebut diakuinya sangat memprihatinkan. "Tembok sekolah hancur dan ruang kelas sudah tidak layak dijadikan sarana belajar mengajar," urainya seperti dilansir suaradewata.
Dari laporan orang tua siswa dan masyarakat Desa Padang Sambian Klod, demikian Suwandi, siswa di sekolah ini belajar pada ruangan yang layaknya kandang ternak. Hal itu dilakukan akibat kekurangan ruangan kelas. Sementara di sisi lain, usulan pembangunan gedung atau ruangan kelas baru justru tanpa ada kejelasan.
"Disana ada eks tempat parkir kendaraan yang dijadikan ruangan kelas untuk pendidikan agama. Kalau kita lihat, ini sangat memprihatinkan,” tutur politisi yang akrab dipanggil 'Jenderal Kota' itu.
Kondisi tersebut, demikian Suwandi, menunjukkan bahwa Pemkot Denpasar tidak pernah tanggap pada dunia pendidikan. Pemkot Denpasar juga seperti tidak memiliki niat dan keinginan untuk menambah pembangunan sekolah baru di setiap kecamatan di daerah.
"Sebab hampir di semua kecamatan di Kota Denpasar, terjadi kekurangan sekolah. Ada banyak juga ruang kelas yang rusak mulai tembok, kusen pintu, daun jendela sampai pada plafonnya jebol seperti di SD 3 Padang Sambian," urainya.
Suwandi sendiri tak menampik, bahwa ada juga sekolah bagus yang memang menjadi perhatian pada pejabat di Kota Denpasar sehingga mendapat respon cepat dalam perbaikan. Sementara sekolah yang ada di pinggiran Kota Denpasar, biasanya jarang mendapat perhatian. Buktinya, sudah lama mengajukan usulan, namun tidak juga ada kejelasan.
Ia menilai, kalau berbicara kekurangan anggaran, semua bisa dibicarakan dan di komunikasikan. Apalagi untuk SD memang menjadi kewenangan pemerintah di kabupaten dan kota. Namun untuk ukuran Denpasar dengan PAD nomor dua terbesar di Bali, ia menyebut, masih cukup mampu untuk merehab ruang kelas ataupun membangun gedung baru di setiap tahun anggaran. Sayangnya, keseriusan ke arah itu tidak ada.
“Kalau di kabupaten anggarannya tidak ada, bisa diusulkan ke provinsi maupun diperjuangkan ke pusat. Tetapi untuk ukuran Kota Denpasar, rasanya itu bisa dianggarkan di APBD Kota Denpasar," pungkas Suwandi.[bbn/sdc/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8195 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5688 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3552 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2404 Kali
05
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026