Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Kubu Pro : Yang Tolak Reklamasi Sebaiknya Punya Alasan dan Data Kuat
Pro Kontra Reklamasi
Kamis, 6 Oktober 2016,
09:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Pro dan kontra rencana reklamasi Teluk Benoa hingga kini terus bergulir. Kubu Tolak reklamasi tetap konsisten menolak dengan sudut pandang dan argumennya. Sementara kubu pro reklamasi juga tetap konsisten mendukung dengan perspektif dan alasannya tersendiri.
Salah satu pendukung rencana reklamasi Anak Agung Gede Artyawan yang merupakan salah satu tokoh Pemogan Denpasar mempertanyakan apa dasar penolakan rencana reklamasi Teluk Benoa.
"Apakah karena banjir, apakah karena akan tenggelam jika ada reklamasi ? Apa dasar atau alasan penolakan reklamasi Teluk Benoa? Mana data dan bukti buktinya yang bisa dipertanggungjawabkan ? Janganlah asal tolak,"ujar Agung, di Denpasar (5/10).
"Jika kita yang mendukung rencana reklamasi dikatakan pro investor, maka harus disadari, mungkin sekitar 90 persen warga Bali kini bekerja dengan investor atau pemilik modal, dalam hal ini pemilik hotel-hotel, vila-vila, travel, dan berbagai usaha lainnya. Jadi siapa yang tidak bekerja untuk investor atau pemilik modal ?,"imbuhnya.
Agung berharap agar masyarakat yang menolak rencana reklamasi Teluk Benoa tidak hanya berkata tolak tanpa ada penjelasan yang masuk akal disertai data-data yang akurat dan kuat.
"Jika semua rencana pembangunan ditolak, maka tidak akan ada investor yang datang berinvestasi ke Bali. Jika setiap proyek didemo, akan berdampak buruk bagi pembangunan Bali ke depannnya, yang rugi ya masyarakat Bali sendiri, mengingat saat ini masih banyak yang menjadi pengangguran, tanpa pekerjaan pasti," ujarnya.
Jika memang ada penolakan terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa, imbuhnya, lebih baik disertai argumen yang bagus.
"Lebih baik kita adu kajian, bukan asal demo dan asal tolak saja. Kalau memang tidak bisa membuktikan apa yang dikhawatirkan, sebaiknya legowo saja,"ujarnya.
Anak Agung Gede Artyawan menyatakan, saat ini masalah pengangguran menjadi problem serius yang harus dipecahkan sehingga semua pihak diminta untuk berfikir realistis bahwa Bali masih sangat bergantung pada sektor pariwisata.
Menurutnya, pembangunan sektor kepariwisataan di Kota Denpasar dan Badung atau wilayah Bali Selatan terus menggeliat ditandai terus berlangsungnya pembangunan sarana akomodasi hotel, vila dan lainnya.
Hal itu menunjukkan, jika sektor pariwisata masih menjadi primadona bagi Bali. Lebih dari itu, pariwisata telah membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Agung menyadari bahwa masyarakat Bali memiliki pandangan berbeda dalam menyikapi pro-kontra reklamasi Teluk Benoa, namun menurutnya hal itu wajar adanya perbedaan pendapat.
"Banjar saya (Sakah) memberikan kebebasan kok kepada warganya menyampaikan sikap. Apalagi, pilihan sikap itu merupakan bagian dari hak asasi manusia yang diatur dalam konstitusi UUD 1945,"pungkasnya.[bbn/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026