Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 27 Juli 2026
Komang Bemo, Malu Dong Buang Sampah Sembarangan
Rabu, 7 Desember 2016,
06:50 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Seorang warga Kota Denpasar, Komang Sudiarta, kini aktif mengabdikan hidupnya untuk mengedukasi warga tentang pentingnya hidup bersih. Bersama komunitasnya 'Malu Dong Buang Sampah Sembarangan', Komang aktif memberi penyadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya.
Saat ditemui di rumah seniman Kadek Jango di jalan Kedondong Denpasar, Selasa (6/12), pria yang akrab dipanggil Komang B'Mo (Bemo) ini tampil dengan seragam khasnya, yakni kaos polo hitam dan topi merah yang bertuliskan 'Malu Dong Buang Sampah Sembarangan'. Sebuah buku agenda kegiatan warna hitam yang dibawa juga berisi stiker serupa.
BACA JUGA:
Dengan gayanya yang khas dan enerjik, Komang Bemo membuka percakapan dengan ceritanya mengawasi warga yang buang sampah sembarangan.
"Kemarin saya bangun jam 3 pagi untuk mengawasi warga yang buang sampah sembarangan. Target saya kemarin lokasi di selatan SMK 1 Denpasar di kawasan Ubung. Di sana saya melihat warga membuang sampah dengan ember bekas cat secara sembarangan. Sampah limbah dari pedagang lalapan dibuang begitu saja di tanah kosong itu, sehingga akan tampak sangat jorok di siang hari, karena berlokasi tepat di pinggir jalan utama," ujarnya.
Komang mengaku selalu mendokumentasikan perilaku warga yang buang sampah sembarangan, baik dalam bentuk foto maupun video. Dokumentasi ini kemudian dipakai sebagai bukti saat ia melaporkan aksi buang sampah sembarangan ini ke dinas terkait yakni DKP Kota Denpasar.
Setelah melakukan pengawasan di beberapa lokasi di Kota Denpasar, Komang menyimpulkan, warga bisa membuang sampah sembarangan di area tak bertuan, dalam artian wilayah tersebut tidak pernah diawasi oleh penguasa wilayah setempat dalam hal ini pihak pemerintah atau pengurus banjar (dusun).
"Di wilayah tak bertuan tanpa pengawasan itulah sampah dibuang sembarangan, karena warga merasa aman tidak ada yang mengawasi dan tidak akan ada yang memberi sanksi atau hukuman,"ujarnya.
Komang Bemo menambahkan, pengawasan menjadi kata kunci dalam mencegah warga buang sampah sembarangan. Jika pengawasan berjalan, ia menjamin tidak akan ada warga yang membuang sampah sembarangan.
"Jika tidak ada pengawasan, bagaimana bisa ada sanksi atau tindakan hukum lainnya, jadi yang penting dalam hal ini adalah pengawasan dari pihak-pihak terkait,"ujarnya.
Bersama komunitasnya yang telah dibentuk sejak 15 tahun lalu, Komang kini terus melakukan upaya penyadaran kepada masyarakat. Upaya penyadaran tentang pentingnya buang sampah sembarangan, dimulai dari sekolah-sekolah di Kota Denpasar.
"Saya pernah mengunjungi sekitar 300 an sekolah di Denpasar, ternyata hasilnya sekitar 70 persen belum bagus perilaku buang sampahnya. Disinilah pentingnya dilakukan upaya penyadaran sejak di bangku sekolah,"ujar pria kelahiran 31 Desember 1966 ini.
BACA JUGA:
Bersama komunitasnya, Komang Bemo kini aktif melakukan kegiatan bersih-bersih sampah di berbagai lokasi yang dianggap masih kurang kebersihannya. Ajang bersih-bersih ini juga sekaligus dijadikan ajang edukasi bagi para siswa sekolah yang kerap diikut sertakan dalam kegiatan tersebut.
"Saya akan terus melakukan upaya penyadaran ini, sampai masyarakat benar-benar sadar akan pentingnya buang sampah pada tempatnya, tidak sembarangan lagi, Malu Dong...," pungkasnya.[bbn/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3859 Kali
02
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1933 Kali
03
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1691 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1534 Kali
05
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1518 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026