Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Bejat, Ayah Setubuhi Anak Kandung
Kamis, 19 Januari 2017,
12:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Perbuatan yang dilakukan seorang ayah bernama EP (37) memang dibilang sangat bejat. Pasalnya, dia tega mencabuli anaknya sendiri berinisial RO (9). Akibat perbuatannya itu, EP harus mendekam dalam penjara selama 10 tahun. Ini terungkap dalam sidang di PN Denpasar yang digelar, Selasa (17/1).
Tak hanya itu, selain dihukum penjara, dalam tuntutan jaksa, terdakwa juga diganjar hukuman denda senilai Rp 100 juta. Dalam tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Luh Adhi Antari menyatakan terdakwa EP secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindakan pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 76D jo pasal 81 ayat (3) UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.
“Kami tidak menemukan alasan pemaaf maupun alasan pembenar yang dapat dihapuskan kesalahan terdakwa sebagaimana telah terungkap didepan persidangan. Terdakwa harus dijatuhi hukuman yang setimpal dengan perbuatannya,” tegas JPU Antari saat membacakan surat tuntutannya.Oleh karena itu, setelah mempertimbangkan hal yang memberatkan terdakwa telah melakukan perbuatan yang menentang norma kesusilaan dan mengakibatkan anak korban RO (9) mengalami trauma. Juga hal yang meringankan bahwa terdakwa menyesal dan megakui perbuatannya dan belum pernah dihukum. Maka jaksa memohon kepada majelis hakim menjatuhkan hukuman setimpal bagi terdakwa.
“Menjatuhkan hukuman selama sepuluh tahun penjara dikurangi selama terdakwa menjalani penahanan dan denda Rp 100 juta subsidair enam bulan penjara,” ujar JPU membacakan tuntutan.Usai pembacaan tuntutan, terdakwa EP menyatakan akan menyampaikan pledoi (pembelaan) dalam sidang berikutnya. Menyikapi tuntutan tersebut, aktivis anak Siti Sapura alias Ipung, menyatakan tuntutan tersebut sudah setimpal dengan perbuatan terdakwa.
Namun, Ipung menyesalkan sikap istri terdakwa yang juga ibu kandung korban yang ingin menutupi kasus ini sejak dari awal. “Sepertinya istri terdakwa tidak peduli dengan kondisi korban. Saat kami meminta agar korban diantar ke kantor biar dapat bimbingan psikolog, HP-nya malah dimatiin,” kata Ipung kesal.
Sebagaimana terungkap dalam persidangan, perbuatan bejat terdakwa EP terjadi pada Februari 2016 bertempat di lantai II tepatnya Jalan Sedap Malam Gang I No.15.Saat itu, anak korban RO sedang tidur-tiduran sambil menonton televisi. Tanpa rasa bersalah, terdakwa kemudian mencabuli anak kandungnya itu.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2617 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026