Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Tiga Pria Swedia Siarkan Perkosaan di Facebook
Rabu, 25 Januari 2017,
13:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Tiga pria Swedia ditangkap dengan tuduhan memperkosa menyusul laporan tentang kekerasan atas seorang perempuan yang disiarkan langsung di Facebook.
Polisi di Uppsala, kota keempat terbesar di Swedia setelah Stockholm, Gothenburg, dan Malmo dihubungi oleh seorang perempuan, pada Minggu (22/1), yang melihat siaran pemerkosaan berkelompok dalam jaringan pertemanan terbatas di Facebook.
"Anda sudah diperkosa," kata seorang pria di akhir rekaman langsung video tersebut sebelum tertawa, menurut Josefine Lundgren, perempuan yang melihat tayangan itu dan melaporkannya ke polisi.
Polisi mengukuhkan mereka --dan juga banyak orang lainnya-- sudah melihat video bersangkutan.
Jaringan pertemanan di Facebook, tempat siaran langsung pemerkosaan itu, memiliki beberapa ribu anggota.
Tiga orang sudah ditangkap, berusia 19 hingga 25 tahun, bersama seorang perempuan di sebuah apartemen di Uppsala, demikian laporan BBC.
Lungren mengatakan kepada koran Swedia, Expressen, bahwa dia melihat salah seorang pria merobek pakaian seorang perempuan dan tidur di atas tubuhnya. Salah seorang pria lainnya, tambahnya lagi, memiliki senjata api.
Layanan Facebook Live memungkinkan sekelompok orang menyaksikan satu siaran video langsung dan Lungren mengatakan dia bisa melihat 60 orang yang menonton siaran langsung itu.
"Tiga lawan satu hahaha," salah seorang penonton menulis di kolom komentar di bawah tayangan video, kata Lungren.
Menurut stasiun TV pemerintah, SVT, ketiga tersangka masih sedang merekam 'video lanjutan' ketika polisi tiba di apartemen mereka.
Facebook menyediakan layanan video langsung pada akhir 2015, yang antara lain banyak digunakan kantor berita untuk melaporkan langaung dari tempat peristiwa maupun memperlihatkan kegiatan seseorang kepada teman-temannya.
Namun, layanan itu sudah beberapa kali digunakan untuk merekam kejahatan dan kekerasan.
Awal tahun ini, empat orang didakwa dengan kejahatan kebencian di Chicago, AS, setelah menyiarkan langsung di Facebook seorang pria penderita cacat yang disiksa.
Pada Juni 2016, Antoni Perkins, juga dari Chicago, ditembak mati ketika sedang melakukan siaran langsung tentang dirinya di Facebook.
Facebook Live digunakan merekam situasi menyusul tewasnya seorang pria ditembak seorang polisi di St Paul, Minnesota, Juli 2016.
Setelah insiden tersebut, raksasa media sosial itu mengumumkan rincian tentang kebijakan siaran langsungnya, dengan mengatakan akan diperlakukan sama dengan konten-konten lainnya.
Berita Premium
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5904 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2594 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026