Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Tiga Pria Swedia Siarkan Perkosaan di Facebook
Rabu, 25 Januari 2017,
13:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Tiga pria Swedia ditangkap dengan tuduhan memperkosa menyusul laporan tentang kekerasan atas seorang perempuan yang disiarkan langsung di Facebook.
Polisi di Uppsala, kota keempat terbesar di Swedia setelah Stockholm, Gothenburg, dan Malmo dihubungi oleh seorang perempuan, pada Minggu (22/1), yang melihat siaran pemerkosaan berkelompok dalam jaringan pertemanan terbatas di Facebook.
"Anda sudah diperkosa," kata seorang pria di akhir rekaman langsung video tersebut sebelum tertawa, menurut Josefine Lundgren, perempuan yang melihat tayangan itu dan melaporkannya ke polisi.
Polisi mengukuhkan mereka --dan juga banyak orang lainnya-- sudah melihat video bersangkutan.
Jaringan pertemanan di Facebook, tempat siaran langsung pemerkosaan itu, memiliki beberapa ribu anggota.
Tiga orang sudah ditangkap, berusia 19 hingga 25 tahun, bersama seorang perempuan di sebuah apartemen di Uppsala, demikian laporan BBC.
Lungren mengatakan kepada koran Swedia, Expressen, bahwa dia melihat salah seorang pria merobek pakaian seorang perempuan dan tidur di atas tubuhnya. Salah seorang pria lainnya, tambahnya lagi, memiliki senjata api.
Layanan Facebook Live memungkinkan sekelompok orang menyaksikan satu siaran video langsung dan Lungren mengatakan dia bisa melihat 60 orang yang menonton siaran langsung itu.
"Tiga lawan satu hahaha," salah seorang penonton menulis di kolom komentar di bawah tayangan video, kata Lungren.
Menurut stasiun TV pemerintah, SVT, ketiga tersangka masih sedang merekam 'video lanjutan' ketika polisi tiba di apartemen mereka.
Facebook menyediakan layanan video langsung pada akhir 2015, yang antara lain banyak digunakan kantor berita untuk melaporkan langaung dari tempat peristiwa maupun memperlihatkan kegiatan seseorang kepada teman-temannya.
Namun, layanan itu sudah beberapa kali digunakan untuk merekam kejahatan dan kekerasan.
Awal tahun ini, empat orang didakwa dengan kejahatan kebencian di Chicago, AS, setelah menyiarkan langsung di Facebook seorang pria penderita cacat yang disiksa.
Pada Juni 2016, Antoni Perkins, juga dari Chicago, ditembak mati ketika sedang melakukan siaran langsung tentang dirinya di Facebook.
Facebook Live digunakan merekam situasi menyusul tewasnya seorang pria ditembak seorang polisi di St Paul, Minnesota, Juli 2016.
Setelah insiden tersebut, raksasa media sosial itu mengumumkan rincian tentang kebijakan siaran langsungnya, dengan mengatakan akan diperlakukan sama dengan konten-konten lainnya.
Berita Premium
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2743 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2025 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1961 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1799 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026