Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
PNS Swedia Akan Bisa Berhubungan Seks di Jam Kerja
Selasa, 28 Februari 2017,
08:22 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Stockholm. Ini hanya tiga huruf kecil, sex, kata Per-Erik Muskos dengan nada riang, menepiskan tudingan bahwa Ia berusaha ikut campur dalam kehidupan pribadi orang.
Muskos, adalah anggota dewan kota di Overtornea, sebuah kota kecil Swedia. Ia menjadi berita utama pekan ini setelah mengusulkan agar pegawai pemerintah diperbolehkan istirahat pada hari kerja untuk berhubungan seks.
[pilihan-redaksi]
"Kita perlu saling perhatian satu sama lain. Jika hal itu dapat membuat hubungan (pasangan) lebih baik, langkah itu sangat bermanfaat," katanya kepada BBC.
Ide unik Muskos ini merupakan contoh terbaru dari langkah pejabat yang mendorong ditingkatkannya hubungan seks. Di beberapa negara, hal itu terkait rendahnya tingkat kelahiran.
Muskos yakin usulannya akan disetujui saat diajukan ke sesama anggota dewan dalam beberapa bulan mendatang. Di balai kota itu, sekarang ini 550 pekerjanya sudah mendapatkan fasilitas satu jam seminggu di waktu kerja untuk melakukan latihan kebugaran atau kegiatan sejenis.
Jika usul terbaru ini disetujui, maka para pegawai akan diperbolehkan pulang selama beberapa saat di jam kerja, untuk menikmati waktu yang sangat pribadi dengan pasangan mereka di rumah atau di tempat lain.
Muskos mengatakan memang ada sejumlah penentangan.
"Orang-orang berpandangan, kita tidak harus turut campur tentang hal itu, mereka menganggap orang-orang akan dapat memperbaiki sendiri jika ada masalah dalam hubungan," katanya.
Kota Overtornea berada di Swedia utara, berbatasan langsung dengan Finlandia, dan kota-kota seperti ini berada di garis depan menurunnya tingkat kelahiran di Swedia.
Populasi kota itu yang sekitar 4.500 orang terus menurun, sedangkan usia rata-rata meningkat.
"Banyak anak muda meninggalkan kota pada hari ketika mereka menyelesaikan sekolah," kata Muskos.
Tapi usulannya tidak hanya meningkatkan 'pembuatan' bayi, namun tentang meningkatkan kualitas kehidupan orang, terutama perempuan.
"Ada begitu banyak hal yang harus dilakukan orang. Ketika Anda berada di rumah Anda memiliki media sosial, Anda harus mengantar anak-anak untuk latihan sepak bola dan hoki es, Anda tidak punya waktu untuk saling mengurus satu sama lain dan menghabiskan waktu bersama-sama tanpa anak-anak," ujar Muskos
Ia percaya usulan ini dapat mengatasi persoalan ini dan membuat kota mereka jadi tempat yang lebih menarik untuk tinggal.
"Jika kehidupan di sini lebih baik maka orang-orang muda mungkin tinggal," pungkasnya.[bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026