Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Selama Tahun 2017, Delapan WNI Dipulangkan dari Turki ke Bali Akibat Diduga ISIS

Selasa, 25 April 2017, 11:07 WITA Follow
Beritabali.com

ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Kasus pemulangan WNI akibat diduga ISIS bukan kali pertama terjadi. Beritabali.com mencatat, selama 2017 ini, kasus serupa telah terjadi sebanyak dua kali. Pertama di awal tahun yakni Januari dan kedua pada April ini.
 
Kasus pertama pada Januari lalu ini terjadi pada satu keluarga, sepasang suami istri beserta tiga anaknya. Kelima anggota keluarga ini dipulangkan dari Turki akibat diduga sebagai jaringan ISIS. Mereka sendiri telah berangkat menuju Turki pada 15 Agustus 2016 Bandara Soekarno-Hatta dan tak langsung menuju Turki, melainkan ke Thailand terlebih dahulu.
 
[pilihan-redaksi]
Saat di Turki, mereka kemudian ditangkap tentara setempat pada 16 Januari 2017. Selanjutnya, mereka dipulangkan ke Indonesia melalui Bandara Ngurah Rai, Bali.
 
Mengikuti pola yang hampir serupa, tiga WNI asal Jawa Barat juga bertolak menuju Turki pada 29 Maret 2017 lalu. Namun, rute yang diambil yakni dari Bandara Ngurah Rai ke Jakarta dan bertolak ke Bandara Internasional Ataturk Turki. 
 
Setibanya di Bandara Turki mereka diamankan petugas Imigrasi Turki, karena dicurigai terlibat jaringan ISIS. Selanjutnya, ketiga WNI itu dideportasi dari Turki ke Indonesia melalui Bandara Ngurah Rai Bali, Kamis 20 April 2017 lalu.
 
Sementara, kasus serupa juga terjadi pada salah seorang WNI di Malaysia. WNI tersebut diketahui bekerja sebagai penjaga keamanan di Malaysia Airlines. Akibat penangkapan terakhir itu, daftar tersangka yang ditahan untuk kegiatan militan terkait dengan ISIS bertambah. Tercatat, lebih dari 250 orang telah ditangkap di Malaysia untuk kegiatan tersebut antara tahun 2013 dan tahun lalu. [wrt]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami