Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Jonan Berunding dengan Freeport di AS, Ada Apa?
Selasa, 1 Agustus 2017,
13:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Menteri ESDM, Ignasius Jonan berada di negeri Paman Sam untuk menjaring investasi sektor migas dan pertambangan yang seret. Penyelesaian soal PT Freeport Indonesia masuk agenda.
"Kami bertemu dengan pimpinan Baker Hughes General Electric (BHGE) dan Schlumberger untuk membahas peningkatan kesempatan investasi di Indonesia. Kami juga akan dan berbicara dengan CEO Freeport-McMoran Inc, Richard Adkerson," kata Jonan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (31/7/2017).
[pilihan-redaksi]
PT Freeport Indonesia menginduk ke Freeport-McMoran Inc yang berkantor pusat di Phoenix, Arizona. Dalam kunjungan ke Amerika Serikat ini, Jonan didampingi tim dari Kedutaan Besar Indonesia di Washington, Konsulat Jenderal Indonesia di Houston, Konsulat Jenderal Indonesia di San Fransisco, Kementerian Hukum dan HAM, serta SKK Migas.
Jonan menjelaskan, dalam pembicaraan dengan Freeport-McMoran, perkembangan perundingan berjalan positif. Dari empat topik perundingan, PT Freeport Indonesia telah menyepakati pembangunan fasilitas pengolahan-pemurnian atau smelter dan kelanjutan operasi.
Sebagaimana diketahui, PT FI telah telah menyepakati bentuk landasan hukum hubungan kerja pemerintah dan PT FI adalah dalam bentuk IUPK bukan lagi KK. Sementara untuk pembangunan smelter, PT FI sepakat untuk membangun smelter dan selesai dalam lima tahun, atau paling lambat awal 2022.
"Terkait hal-hal yang belum diselesaikan, secepatnya akan dilakukan pembahasan tripartit antara PT FI, menteri keuangan, dan menteri ESDM guna mengambil keputusan," kata Jonan.
Selanjutnya, secara lebih rinci Jonan juga bertemu dengan pihak lain. Pertemuan dengan ConocoPhillips pihaknya menyampaikan agar ConocoPhillips segera mengajukan proposal lengkap jika berminat melanjutkan pengelolaan Blok South Jambi yang berakhir 2020. "ConocoPhillips menyambut positif dan akan memberikan tanggapan secepatnya," ujar mantan menteri perhubungan ini.
Terkait waktu yang diperlukan dalam kesepakatan kontrak jual beli gas antara Conocophillips dengan PGN yang terkatung-katung sejak 2013, Jonan akan segera mengumpulkan pihak terkait dan mengambil keputusan yang tidak merugikan kedua belah pihak.
Kemudian saat bicara dengan Chevron, terang Jonan, dibahas rencana produksi lapangan Gendalo-Gehem yang akan mulai pada 2022 dan direncanakan akan diolah di fasilitas pengolahan terapung (Floating Processing Unit/FPU) Jangkrik milik ENI (Italia).
"Kami minta SKK segera berkoordinasi dengan Chevron dan ENI mengenai rencana pengolahan pasca 2029, mengingat FPU Jangkrik akan mencapai kapasitas pengolahan maksimal pada 2029, dikhawatirkan gas dari Chevron tidak tertampung," jelas Jonan.
Kepada Exxon, Jonan menyarankan untuk meningkatkan produksi lapangan Banyu Urip hingga 300.000 barel per hari, juga agar dapat berpartisipasi di sektor hilir migas. "Kami sarankan Exxon untuk investasi di hilir migas, termasuk membuka SPBU dan pengembangan aromatika, Exxon menanggapi positif hal itu," terangnya.
[pilihan-redaksi2]
Saat bertemu BHGE, lanjut Jonan, ditawarkan implementasi teknologi hulu migas. Untuk mengurangi biaya pengeboran, dengan memanfatkan teknologi digital (IntelliStream), membantu Enhanced Oil Recovery di beberapa sumur minyak yang sudah tua.
"BHGE juga menawarkan teknologi pembangkit listrik terapung untuk pulau-pulau dengan rasio elektrifikasi yang masih rendah seperti Papua," ujar Jonan. "Dari sisi kita, kami ajak BHGE untuk turut serta dalam pengembangan panas bumi di Indonesia, dan mereka menyambut positif tawaran itu," lanjutnya.
Tawaran peningkatan investasi di Indonesia juga ditanggapi positif petinggi Schlumberger. "Saat bertemu Schlumberger, mereka menyatakan niatnya berinvestasi hingga US$5 miliar dalam kegiatan multiclient seismic di perairan timur Indonesia, pembuatan pusat data nasional dan kerja sama dengan K3S untuk mengelola lapangan migas. Ini akan segera ditindaklanjuti unit terkait," kata Jonan. [bbn/idc]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3046 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2082 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2044 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1822 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026