Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




posting_bk Informasi Hoax Soal Kematian Botak, Pemilik Akun Info Singaraja Dipanggil Polisi

Sabtu, 7 Oktober 2017, 10:39 WITA Follow
Beritabali.com

ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Beritabali.com, Buleleng. Pemilik Akun Info Singaraja dipanggil Polisi untuk memastikan informasi yang sempat menuai pro dan kontra di masyarakat.
 
Tim penyidik Unit Reskrim Polsek Kota Singaraja, Jumat (6/10/2017) memanggil pemilik akun Info Singaraja, Made Indrawan Bayu Putra (21) untuk didengarkan keterangannya terkait dengan informasi hoax yang disebarkan melalui akun facebook dan istagram terkait dengan insiden yang menewaskan Gede Sudiarta alias Botak (31), di Jalan Pulau Sulawesi, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Buleleng.
 
[pilihan-redaksi]
Pasalnya, akibat posting_bkan yang dilakukan itu menyebabkan persepsi yang berbeda di masyarakat sehingga memberikan imbas bagi Polisi saat melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus tersebut.
 
“Berita yang disebarkan tidak benar, itu sudah jelas hoax, saya panggil dan sudah meminta maaf. Dia menyebarkan informasi, namun dia sendiri tidak tahu kebenarannya yang terjadi dilapangan, ini juga memberikan opini pada masyarakat terkait kebenaran sebuah informasi atau berita,” tegas Kapolsek Kota Singaraja, Kompol AA. Wiranata Kusuma.
 
Kapolsek Singaraja Wiranata Kusuma untuk sementara hanya memberikan sanksi teguran kepada pemilik akun Info Singaraja yang kerap menyebarkan informasi tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.
 
“Karena dia mengaku tidak paham, sehingga kami hanya memberikan sanski teguran dulu. Ini pelajaran bagi dia agar tidak kembali melakukan tindakan yang sama. Kalau mucul lagi berita yang sama, no toleran lagi. Sudah kami akan proses betul,” ujar Wiranata Kusuma.
 
Disisi lain, Kapolsek Kota Singaraja Wiranata Kusuma memberikan imbauan kepada masyarakat pengguna media sosial, agar lebih cermat untuk menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
 
“Jempol mu adalah harimau mu. Jangan gampang membagikan sesuatu yang belum jelas kebenarannya. Ini bahaya, termasuk Hoax ini. Jangan segampang apa yang dia lihat dan dia dengarkan saja. Tapi harus seusuai dengan fakta yang bisa dia buktikan,” tegas Mantan Kapolsek Seririt.
 
Pemilik akun Info Singaraja Indrawan Bayu Putra didampingi orang tuanya mengaku bila informasi yang dia posting_bk selama ini di media sosial hanya mengandalkan asumsi dari masyarakat. Dia sendiri pun mengakui bila dirinya tidak paham betul dengan etika jurnalis.
 
“Latar belakang kenapa kami memberikan berita yang salah, itu karena kami hanya ingin menolong bukan menyebar berita hoax. Sehingga itu membuat keresahan dari berbagai pihak baik kepolisian ataupun keluarga korban. Kami minta maaf sebesar-besarnya karena kami tidak tau tentang etika jurnalis maupun tentang kejadian yg sebenanya,” ungkap Indrawan.
 
Sebelumnya, Akun Info Singaraja telah memposting_bk informasi di sosial media facebook dan istagram, yang menyebutkan bila Botak tewas akibat terkena pisau taji yang dibawanya sendiri setelah pulang dari menonton tajen, namun kenyataan yang terjadi Botak tewas akibat dibunuh oleh rekannya sendiri, yang bernama Ketut Mahardika alias Klet (50) dan informasi yang disebarkan tidak terbukti kebenarannya. [bbn/wrt]
 
Dilansir dari Kliksingaraja.com
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami