Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Pengusaha Pertokoan Sekitar GWK Pesimis Pembangunan Patung Rampung 2018
Sabtu, 7 Oktober 2017,
12:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Ketua Perkumpulan dan Pengelola Kawasan Pertokoan Revayah Plaza yang dulu namanya Plaza Amata di kawasan patung GWK, Ir Hendra Dinata (Sinyo), saat ditemui di Denpasar menyampaikan, pesimistis jika pembangunan proyek patung GWK akan rampung pada 2018.
Menurutnya, jika dilihat dari waktu pelaksanaan proyek sangatlah pendek dan permasalahan infrastruktur (jalan) terutama akses menuju ke kawasan GWK masih perlu diperluas agar tidak malah menimbulkan kemacetan jika patung sudah selesai nantinya.
[pilihan-redaksi]
"Kami sedikit pesimis, bisa saja molor penyelesaian proyek patung GWK tersebut. Rasanya waktu dibutuhkan sangatlah pendek, serta dana yang akan dikeluarkan juga akan banyak. Dalam waktu yang sangat pendek tersebut, apakah akan sangup nantinya menyelesaikan pemangunan proyek patung GWK tersebut tepat waktu," sebutnya.
Disampaikan, pihaknya sangat berharap penyelesaian proyek pembangunan GWK dapat segera dilaksanakan tepat pada waktunya. Sebagai investor lama yang sudah 15 tahun disana tentu malah akan sangat diuntungkan.
"Yang terpenting permasalahan kami, dengan Alam Sutra sudah merucut pada penyelesaian dengan sangat baik. Jika saya lihat, sangat bagus sekali jika memang direncanakan patung GWK akan rampung pada 2018 mendatang itu akan memberi keuntungan bagi kami," katanya.
Dilanjutkan, terkait dengan infrastruktur akses jalan menuju ke kawasan patung GWK perlu dilakukan pelebaran jalan. Setidaknya dengan demikian, akan mampu memperlancar arus lalu lintas menuju kawasan GWK, jangan sampai sudah selesai patung GWK malah akses jalan menjadi macet.
"Dari dulu sudah saya katakan, jalan dari bawah ke atas menuju akses ke kawasan GWK perlu dilakukan perlebaran ruas jalan, sehinga setelah selesai proyek pembangunan patung GWK jangan sampai malah menimbulkan masalah baru, yaitu kemacetan," ucapnya.
Menurut dirinya, Pemerintah khususnya Kabupaten Badung harus berani mengambil sikap tegas terkait dengan hal tersebut. Seperti misalnya dia mencontohkan, untuk melakukan pelebaran jalan jika bisa beli saja tanah dipingir jalan untuk pelebaran jalan. Jika itu tidak dilakukan seiring dengan akan rampungnya patung GWK tentu malah membuat runyam aktivitas lalulintas menuju ke arah GWK.
"Jika timbulnya titik kemacetan baru lagi menuju akses ke patung GWK tentu berdampak pada usaha yang berada disana (disekitar kawasan patung GWK) akan ikut menjadi macet juga. Sampai saat ini, akses jalan menuju ke GWK bisa dikatakan sangat belum memadai sakali. Dan terus terang saja, jika timbul kemacetan disana saya sendiri saja akan malas menuju kesana apa lagi bagi wisatawan," keluhnya.
Sinyo berharap, kepada Pemerintah Kabupaten Badung pada khususnya agar mampu melihat permasalah apa saja yang terjadi terutamanya di tengah-tengah masyarakat sampai ke akar-akarnya serta dapat menyelesaikan masalah dengan tuntas.
"Jangan sampai Pemerintah hanya diem saja melihat permasalahan-permasalahan yang terjadi dibawah, sebagai seorang pemimpin harus berani mengambil tindakan dan harus mampu memberi solusi yang nyata kepada masyarakat terutama masyarakat di Kabupaten Badung," katanya. [bpc/aga]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026