Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
AS Ancam Negara-negara Pendukung Resolusi PBB
Senin, 25 Desember 2017,
14:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sidang Umum PBB menolak keputusan Presiden AS Donald Trump mengakui Jerusalem sebagai ibukota Israel, Kamis (21/12/2017).
NPR News mengabarkan, 128 diplomat yang mendukung keputusan itu tak menghiraukan keberatan AS dan menyetujui resolusi yang meminta agar negara-negara anggota PBB tidak memindahkan kedubes mereka dari Tel Aviv ke Jerusalem. Di antara negara-negara yang mendukung keputusan itu, kebanyakan mereka yang dikenal sahabat AS. Termasuk Inggris, Prancis dan Arab Saudi. Sedangkan Israel bersikap sama dengan AS menolak resolusi itu. 35 negara lain menyatakan abstain, termasuk Kanada dan Australia.
Dubes AS di PBB, Nikki Haley mengungkapkan kekecewaannya. "Sebagai negara berdaulat dan berperan besar, AS akan mengingat hari ini," katanya. "Peranan PBB juga akan diingat, di mana banyak negara yang meminta kita untuk memberikan pengaruh di kala mereka membutuhkan," sambung Nikki Halley.
Dubes AS di PBB itu juga mencatat nama-nama 180 dari 193 negara yang mendukung resolusi PBB itu. "Biarkan saja mereka mendukung resolusi itu. Kita bisa menghemat. Kami tidak peduli," katanya mengancam untuk membekukan bantuan dana bantuan.
Di antara negara-negara yang terkena ancaman itu, antara lain dari Afrika, Asia dan Amerika Latin. Demikian juga Mesir, yang ikut menyusun rancangan resolusi menentang keputusan Trump, baru saja menerima bantuan dana sebesar $ 1,2 miliar tahun lalu.
Sekutu AS seperti Inggris, Prancis, Italia, Jepang dan Ukraina termasuk 14 dari 15 negara anggota PBB yang mendukung resolusi PBB yang tidak mengingat itu. Sedangkan diplomat dari Kanada, Hungaria dan Republik Czech tak mendukung resolusi itu karena ditekan AS.
Dubes Nikki Halley juga mengirim surat kepada sejumlah negara yang menentang AS, agar berhati-hati. "Saya ingatkan bahwa presiden dan Pemerintah AS menilai langkah Anda. Presiden akan memperhatikan secara seksama dan minta saya agar segera melaporkan siapa saja yang menentang kami," kata Nikki Halley. "Di PBB, kami selalu memberi dan memberi selama ini. Ketika kami memutuskan untuk memindahkan gedung Kedubes kami, kalian malah mengkritik kami. AS akan mencatat nama-nama anda," kata Nikki Halley mengeluarkan ancaman.
Berita Premium
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026