Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Gubernur Minta MGPSSR Rumuskan Program Pengentasan Kemiskinan dan Peningkatan Kualitas SDM
Senin, 25 Desember 2017,
18:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika membuka Pesamuan Agung Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Pusat Tahun 2017 di Sekretariat MGPSSR, Jalan Cekomaria, Peguyangan Kangin, Denpasar, Senin (25/12).
Pada kesempatan ini Gubernur Pastika kembali mengingatkan agar pengurus MGPSSR dapat merumuskan program pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia khususnya warga pesemetonan. Pastika mengatakan 75 persen siswa SMA/SMK Bali Mandara berasal dari semeton Pasek, padahal syarat utama masuk ke SMA/SMK tersebut adalah harus miskin.
“Ya saya katakan tadi pesamuhan ini hendaknya juga merumuskan program-program yang konkret untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia karena itulah yang nanti akan mengawaki Bali, memimpin Bali dan juga Nusantara,” katanya.
Ia menambahkan SDM inilah yang nantinya akan membawa, mengangkat derajat dan martabat, baik secara sosial, ekonomi dan politik sehingga bisa berperan lebih dalam pembangunan Bali dan Nusantara. Menurutnya, secara kelembagaan dan kerohanian MGPSSR sudah sangat solid sehingga dapat menjadi modal dan landasan yang kuat untuk lepas landas.
Ketua Umum MGPSSR Pusat Prof. Dr. dr. I Wayan Wita SpJP mengatakan Pesamuan Agung 2017 ini menjadi ajang evaluasi program kerja yang sudah berlangsung selama setahun. Ia berharap dari Pesamuan yang dihadiri sekitar 250 peserta ini bisa melahirkan program-program inovatif khususnya menyongsong Ulang Tahun MGPSSR bulan April 2018 mendatang dan Maha Sabha MGPSSR pada tahun 2019 mendatang.
Ia tak menampik bahwa masih banyak warga Pasek yang berada di bawah garis kemiskinan. Menurutnya ini membutuhkan perhatian khusus dari MGPSSR.
“Perlu kita bahas bagaimana mengelola Pura, bagaimana mengembangkan sumber daya manusia dan bagaimana mengangkat semeton yang masih di bawah garis kemiskinan,” ungkapnya.
Prof. Wita juga mengajak semeton Pasek untuk menggunakan momentum erupsi Gunung Agung untuk meningkatkan kebersamaan dan persatuan. Ia mencontohkan bagaimana Sekretariat MGPSSR Pusat sempat menjadi tempat pengungsian semeton dari Karangasem.
Tampak hadir Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Beratha, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Dewa Mahendra Putra dan segenap pengurus Maha Gotra Sanak Sapta Rsi.
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026