Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Komisioner KPPAD Bali Usulkan Program Pendidikan Seks Usia Dini
Rabu, 24 Januari 2018,
15:37 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Komisioner Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak (KPPAD) Bali Ni Luh Gede Yastini mengusulkan implementasi program pendidikan seks usia dini pada anak didik. Usulan tersebut didasarkan pada maraknya kasus kekerasan dan pelecehan seksual belakangan ini di Bali.
Menurut Gede Yastini, dalam sepekan ini telah terjadi dua kasus pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak yang cukup menonjol di Bali. Pertama, seorang siswi SLTP di Denpasar yang melakukan video call mesum dengan pacarnya hingga berujung laporan ke polisi. Kedua, remaja siswi SLTP yang tewas setelah melakukan hubungan layaknya suami istri.
"Peristiwa ini sangat memprihatinkan, dan menjadi pembelajaran bagi kita agar mulai terbuka berbicara mengenai reproduksi. Selama ini ketika kita bicara tentang pendidikan seks usia dini, selalu dikonotasikan negatif," ujar Yastini pada Rabu ( 24/1/2018) di Denpasar.
Padahal lanjutnya, ini lebih pada persoalan tentang pendidikan pengenalan kesehatan reproduksi. "Ini sangat penting bagi usia remaja untuk diedukasi sehingga mereka mendapatkan informasi yang benar dari sumber yang benar dan tepat, bukan dari sumber yang tidak jelas," tegas Yastini.
Ia menegaskan bahwa dalam Undang-Undang Kesehatan jelas disebutkan bahwa remaja harus mendapatkan edukasi, informasi dan layanan kesehatan termasuk kesehatan reproduksi.
"Apabila upaya edukasi dan penyediaan informasi yang didapat dari sumber yang benar ini dilakukan, maka mereka (remaja) akan jelas bisa memahami secara benar bagaimana fungsi alat reproduksi dan apa dampak/akibat apabila melakukan hubungan seksual terlalu dini," ungkapnya.
Ditambahkan lagi, dalam Undang-Undang Kesehatan juga dijelaskan bahwa pendidikan kesehatan bisa didapat di sekolah dan di luar sekolah. "Maka dari itu akan jauh lebih baik lagi kalau ini (pendidikan seks usia dini) bisa dilakukan dengan lebih sistematis. Misalnya dengan memasukkan mengenai pengetahuan reproduksi ini dalam kurikulum pendidikan," kata Yastini.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2828 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2038 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1987 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026