Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Pastika: Bangun Marketing Sesuai Pasar Tanpa Kehilangan Akar
Senin, 16 April 2018,
05:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com.Denpasar, Gubernur Made Mangku Pastika mempunyai saran kepada generasi muda yang menjual produk lokal agar membangun marketing sesuai selera pasar tanpa menghilangkan akar budaya, selain itu juga dipupuk rasa bangga dan kecintaan akan produk lokal.
[pilihan-redaksi]
Kurangnya minat terhadap produk lokal, kata dia juga disebabkan oleh kurang menariknya kemasan produk serta teknik pemasaran yang terkadang tidak mengikuti perkembangan yang ada. “Saat ini eranya marketing 4.0 dimana teknik ini mengkombinasikan interaksi online dan offline untuk memenangkan advokasi konsumen," ungkapnya saat menanggapi orasi dari Presiden BEM Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas ) Denpasar Surya Bagnoli terkait kurangnya minat para generasi muda dalam menggunakan produk lokal di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) di Lapangan Niti Mandala Renon Denpasar, Minggu (15/4).
Kurangnya minat terhadap produk lokal, kata dia juga disebabkan oleh kurang menariknya kemasan produk serta teknik pemasaran yang terkadang tidak mengikuti perkembangan yang ada. “Saat ini eranya marketing 4.0 dimana teknik ini mengkombinasikan interaksi online dan offline untuk memenangkan advokasi konsumen," ungkapnya saat menanggapi orasi dari Presiden BEM Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas ) Denpasar Surya Bagnoli terkait kurangnya minat para generasi muda dalam menggunakan produk lokal di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) di Lapangan Niti Mandala Renon Denpasar, Minggu (15/4).
Pada bagian lain dalam orasinya, Pastika juga mengajak para generasi muda untuk berani tampil dan berbicara mengutarakan pendapat, serta meninggalkan perilaku bicara di belakang. Gubernur juga meminta para generasi muda untuk terus meningkatkan kualitas diri sehingga tumbuh jadi sumber daya mauasia yang handal dan profesional.
“Manfaatkan keberadaan panggung ini untuk belajar bicara, berani untuk tampil. Jangan “koh ngomong”. Kita harus berpikiran maju tanpa mencabut akar budaya kita sendiri,” tuturnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ngakan Putu Putra seorang penulis Buku Agama Hindu, dimana menurutnya keterampilan untuk berani bicara dan mengemukakan pendapat harus terus dilatih dan PB3AS inilah salah satu media untuk berlatih. “Kalau pintar tapi tidak berani bicara itu tidak ada yang menganggap. Untuk itu mulailah untuk belajar untuk berani mengemukakan pendapat, dan podium ini bisa sebagai tempat untuk berlatih“ pungkasnya.(bbn/rlspemprov/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3882 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2722 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2020 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1956 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1797 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026