Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Pastika: Bangun Marketing Sesuai Pasar Tanpa Kehilangan Akar
Senin, 16 April 2018,
05:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com.Denpasar, Gubernur Made Mangku Pastika mempunyai saran kepada generasi muda yang menjual produk lokal agar membangun marketing sesuai selera pasar tanpa menghilangkan akar budaya, selain itu juga dipupuk rasa bangga dan kecintaan akan produk lokal.
[pilihan-redaksi]
Kurangnya minat terhadap produk lokal, kata dia juga disebabkan oleh kurang menariknya kemasan produk serta teknik pemasaran yang terkadang tidak mengikuti perkembangan yang ada. “Saat ini eranya marketing 4.0 dimana teknik ini mengkombinasikan interaksi online dan offline untuk memenangkan advokasi konsumen," ungkapnya saat menanggapi orasi dari Presiden BEM Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas ) Denpasar Surya Bagnoli terkait kurangnya minat para generasi muda dalam menggunakan produk lokal di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) di Lapangan Niti Mandala Renon Denpasar, Minggu (15/4).
Kurangnya minat terhadap produk lokal, kata dia juga disebabkan oleh kurang menariknya kemasan produk serta teknik pemasaran yang terkadang tidak mengikuti perkembangan yang ada. “Saat ini eranya marketing 4.0 dimana teknik ini mengkombinasikan interaksi online dan offline untuk memenangkan advokasi konsumen," ungkapnya saat menanggapi orasi dari Presiden BEM Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas ) Denpasar Surya Bagnoli terkait kurangnya minat para generasi muda dalam menggunakan produk lokal di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) di Lapangan Niti Mandala Renon Denpasar, Minggu (15/4).
Pada bagian lain dalam orasinya, Pastika juga mengajak para generasi muda untuk berani tampil dan berbicara mengutarakan pendapat, serta meninggalkan perilaku bicara di belakang. Gubernur juga meminta para generasi muda untuk terus meningkatkan kualitas diri sehingga tumbuh jadi sumber daya mauasia yang handal dan profesional.
“Manfaatkan keberadaan panggung ini untuk belajar bicara, berani untuk tampil. Jangan “koh ngomong”. Kita harus berpikiran maju tanpa mencabut akar budaya kita sendiri,” tuturnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ngakan Putu Putra seorang penulis Buku Agama Hindu, dimana menurutnya keterampilan untuk berani bicara dan mengemukakan pendapat harus terus dilatih dan PB3AS inilah salah satu media untuk berlatih. “Kalau pintar tapi tidak berani bicara itu tidak ada yang menganggap. Untuk itu mulailah untuk belajar untuk berani mengemukakan pendapat, dan podium ini bisa sebagai tempat untuk berlatih“ pungkasnya.(bbn/rlspemprov/rob)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026