Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 27 Juli 2026
Bank Pemerintah Disinyalir Masih Banyak Melakukan Pelanggaran Klausula Baku
Jumat, 27 April 2018,
06:35 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com.Denpasar, Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional Indonesia (LPKNI) menyebutkan sampai saat ini terdapat 11 kasus yang telah ditangani di Denpasar sebagian besar terkait pelanggaran perbankan di Bali, tidak terkecuali bank-bank pemerintah pun juga disinyalir masih banyak yang melakukan pelanggaran terkait klausula baku.
[pilihan-redaksi]
Presiden LPKNI Nanang Nilson mengatakan sebagian besar pelanggaran tersebut terutama terkait dengan Klausula Baku yakni aturan atau ketentuan dan syarat-syarat yang telah dipersiapkan dan ditetapkan terlebih dahulu secara sepihak oleh pelaku usaha yang dituangkan dalam suatu dokumen dan atau perjanjian yang mengikat dan wajib dipenuhi oleh konsumen.
Presiden LPKNI Nanang Nilson mengatakan sebagian besar pelanggaran tersebut terutama terkait dengan Klausula Baku yakni aturan atau ketentuan dan syarat-syarat yang telah dipersiapkan dan ditetapkan terlebih dahulu secara sepihak oleh pelaku usaha yang dituangkan dalam suatu dokumen dan atau perjanjian yang mengikat dan wajib dipenuhi oleh konsumen.
"Sampai saat ini, pelangaran yang dilakukan oleh pelaku usaha dalam hal ini pihak Perbankan. Sebagian besar terkait Klausula Baku," Sebutnya, Kamis (26/4) di Denpasar.
[pilihan-redaksi2]
Dirinya mencontohkan biasanya pihak Bank akan melakukan hal tersebut pada saat nasabah akan melakukan pengajuan kredit. Dimana dalam penandatanganan nantinya, terdapat salah satu perihal terkait kuasa kepada pihak Bank, yaitu jika nasabah tidak mampu membayar maka Bank boleh melakukan lelang atau penjualan. Padahal dalam penandatanganan tersebut, kata dia sebagian besar belum dipahami atau tidak dimengerti oleh pihak nasabah dalam artian untuk keperluan apa penandatanganan yang dilakukan tersebut nantinya.
Dirinya mencontohkan biasanya pihak Bank akan melakukan hal tersebut pada saat nasabah akan melakukan pengajuan kredit. Dimana dalam penandatanganan nantinya, terdapat salah satu perihal terkait kuasa kepada pihak Bank, yaitu jika nasabah tidak mampu membayar maka Bank boleh melakukan lelang atau penjualan. Padahal dalam penandatanganan tersebut, kata dia sebagian besar belum dipahami atau tidak dimengerti oleh pihak nasabah dalam artian untuk keperluan apa penandatanganan yang dilakukan tersebut nantinya.
"Itu bisa disebut juga, dengan kejahatan pidana atau kejahatan kerah putih. Hal tersebut nantinya, sering akan terbukti jika telah masuk di dalam proses di pengadilan," ucapnya.
Menurut Nilson, dengan melakukan tindakan Klausula Baku tersebut. Pihak yang melakukannya, bisa dijatuhkan hukuman selama 4 tahun penjara. Dengan denda sebesar Rp2 miliar rupiah tersebut, wajib harus dibayar," pungkasnya. (bbn/aga/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3859 Kali
02
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1935 Kali
03
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1692 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1537 Kali
05
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1518 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026