Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Rai Mantra Kaji Pembangunan Monumen Perang Banjar
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Denpasar. Calon Gubernur (Cagub) Bali nomor urut 2 yang diusung Koalisi Rakyat Bali (KRB) Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra menggelar kampanye dialogis di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng Bali. Sekalipun kampanye dialogis digelar di Desa Banjar, namun peserta kampanye bukan hanya berasal dari warga Desa Banjar.
[pilihan-redaksi]
Massa yang hadir sekitar 2 ribu orang tersebut juga berasal dari Desa Sidatapa, Desa Cempaga, Desa Tigawasa, Desa Pedawe dan Desa Banyuseri. Pusat kampanye digelar di Balai Dusun Melanting. Sejak paginya, warga dari beberapa desa di Kecamatan Banjar antusias mendatangi lokasi.
Sepanjang perjalanan ratusan warga meneriakan yel-yel Mantra-Kerta dengan mengacungkan salam dua jari. Dalam kampanye dialogis tersebut, Rai Mantra didampingi oleh politisi senior Partai Golkar Nyoman Sugawa Korry, para anggota Tim KRB Kabupate Buleleng dan Provinsi Bali, relawan Mantra-Kerta dan para simpatisan lainnya. Selain itu hadir juga kelompok-kelompok masyarakat, perwakilah dadya, perwakilan subak dalam menyambut Rai Mantra.
Dalam sambutannya, Rai Mantra mengatakan jika Paslon Mantra-Kerta sudah memiliki komitmen untuk membangun industri kreatif di Kecamatan Banjar dann Bali pada umumnya.
"Saya berkomitmen untuk membangun industri kreatif masyarakat di seluruh Bali termasuk masyarakat di Kecamatan Banjar karena telah mampu mengembangkan industri keatif yang bagus. Kami akan fasilitasi pengembangan kualitas SDM, pemasaran, permodalan, tehnologi dan kemampuan manajemennya," ujarnya.
Ia menyebut jika Bali tidak memiliki sumber daya alam seperti hutan, tambanh dan sebagainya. Bali hanya memiliki kreatifitas dan seni yang dipadukan dengan teknologi.
[pilihan-redaksi2]
"Makanya industri kreatif mutlak di Bali," ujarnya.
Selain itu, Rai Mantra berkomitmen untuk mengkaji pembangunan Monumen Perang Banjar. Pembangunan Monumen Perang Banjar sangat beralasan karena di Kecamatan Banjar sendiri dalam sejarah pernah terjadi perang melawan penjajah. Peristiwa bersejarah yang Perang Banjar bila dilakonkan kembali akan memberikan inspirasi tersendiri bagi generasi muda Bali berikutnya.
Perang Banjar adalah perang besar yang terjadi setelah perang jagaraga yang heroik tersebut banyak korban yang jatuh di pihak penjajah dan juga di pihak para pejuang kusuma bangsa yang pada saat itu dipimpin pejuang Ida Bagus Made Rai. [bbn/rls/psk]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan