Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 12 September 2026
Aksi STIKI Peduli Sasar Siswa Tidak Mampu Untuk Melek Teknologi
Minggu, 24 Juni 2018,
15:40 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BANGLI.
Beritabali.com,Bangli. Untuk membantu siswa Kelompok Belajar non formal 'Taman Para Pelajar' yang berasal dari kalangan tidak mampu, STMIK STIKOM Indonesia melalui Program Aksi STIKI Peduli mengadakan pelatihan pengenalan teknologi informasi dan profesi di era digital, pengenalan komputer, aplikasi dan internet.
[pilihan-redaksi]
Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) STMIK STIKOM Indonesia, Ni Kadek Ariasih.S.Kom,M.T. mengatakan kegiatan ini dalam rangka pengabdian kepada masyarakat yaitu pengenalan teknologi informasi dan profesi di era digital bagi siswa taman para belajar.
Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) STMIK STIKOM Indonesia, Ni Kadek Ariasih.S.Kom,M.T. mengatakan kegiatan ini dalam rangka pengabdian kepada masyarakat yaitu pengenalan teknologi informasi dan profesi di era digital bagi siswa taman para belajar.
"Mahasiswa STMIK STIKOM Indonesia yang terdiri dari 12 orang berkontribusi dalam kegiatan dengan membantu dalam memberikan pelatihan tentang komputer dan aplikasi serta penggunaan internet," ungkapnya.
Pendiri Taman Para belajar yaitu I Wayan Juni Artayasa, S.Pd, merupakan pihak yang dalam kegiatan menyediakan data dan untuk mendukung analis permasalahan yang terjadi di kelompok taman para belajar. Selain itu, kata Ariasih, Artayasa juga mengumpulkan siswa-siswa yang tidak mampu dan menyediakan tempat untuk dapat mengikuti program pelatihan teknologi informasi.
Siswa Taman Para belajar yang berjumlah kurang lebih sekitar 50 siswa yang kurang mampu menjadi sasaran kegiatan pelatihan pengenalan teknologi informasi dan profesi di era digital, pengenalan komputer, aplikasi dan internet yang berlangsung pada 23 Juni 2018 di banjar Susut Kaja, desa Susut, kecamatan Susut, kabupaten Bangli.
[pilihan-redaksi2]
Dalam kegiatan tersebut pihaknya juga memberikan 1 perangkat komputer dalam bentuk laptop dan modem untuk memudahkan siswa taman para belajar menggali informasi tentang Teknologi informasi usai pelatihan tersebut. Diharapkan melalui ini, para siswa akan menambah pengetahuan dan wawasan. Selain itu, juga membuka pola pikir siswa dari sekarang bahwa untuk tidak selalu tergantung pada profesi selama ini sebagai petani dan peternak saja.
Dalam kegiatan tersebut pihaknya juga memberikan 1 perangkat komputer dalam bentuk laptop dan modem untuk memudahkan siswa taman para belajar menggali informasi tentang Teknologi informasi usai pelatihan tersebut. Diharapkan melalui ini, para siswa akan menambah pengetahuan dan wawasan. Selain itu, juga membuka pola pikir siswa dari sekarang bahwa untuk tidak selalu tergantung pada profesi selama ini sebagai petani dan peternak saja.
Di era digital, kata Ariasih masih banyak profesi yang dibutuhkan di dunia kerja saat ini diantaranya seperti game developer, application developer, website developer, influenser, dan animator dan masih banyak lainnya.
"Sehingga kelak munculnya pengusaha-pengusaha lokal di bidang teknologi informasi yang dapat membuka lapangan pekerjaan baru di desa mereka tinggal tanpa harus mencari pekerjaan ke kota," pungkasnya. (bbn/rls/rob)
Berita Bangli Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
02
03
04
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
05
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026