Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 26 Oktober 2026
Pilgub Bali 2018: Pemilih Diprediksi Hanya di Kalangan Pragmatis dan Tradisional
Minggu, 24 Juni 2018,
17:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Partisipasi pemilih pada Pilgub 2018 mendatang diprediksi hanya akan diisi oleh cenderung pemilih yang tergolong tradisional dan pragmatis, sedangkan upaya KPU dan Timses masing-masing Cagub dalam menyentuh pemilih pemula atau generasi milenial tidak maksimal.
[pilihan-redaksi]
Drs. I Nyoman Wiratmaja M.Si, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Warmadewa menjelaskan pemilih tradisional jelas mereka yang merupakan loyalis partai atau daerah yang menjadi basis partai. Sedangkan pemilih pragmatis atas dasar kompensasi yang mereka dapatkan setelah memilih.
Drs. I Nyoman Wiratmaja M.Si, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Warmadewa menjelaskan pemilih tradisional jelas mereka yang merupakan loyalis partai atau daerah yang menjadi basis partai. Sedangkan pemilih pragmatis atas dasar kompensasi yang mereka dapatkan setelah memilih.
Dikatakan meski banyak pemilih yang rasional, tetapi pada prakteknya banyak yang memilih karena pendukung atau loyalis partai dan mereka yang pragmatis memilih untuk bisa dicalonkan partainya dalam pemilihan legistatif. "Kalau tidak memilih ya bisa diancam tidak menjadi caleg pada Pileg mendatang," tandasnya belum lama ini.
[pilihan-redaksi2]
Alih-alih menyentuh untuk mengedukasi pemilih pemula di sekolah atau kampus, kata dia justru intensitas debat yang hanya dilaksanakan KPU selama tiga kali dan pastinya hanya diikuti teriak pendukung masing-masing calon semakin tidak mengena di masyarakat. Di satu sisi, pendekatan dengan menjajal konser musik pun dinilai hampa karena nasib Bali kedepan tergantung dari visi dan misi calon Gubernur, bukan dengan jenis selera musik.
Alih-alih menyentuh untuk mengedukasi pemilih pemula di sekolah atau kampus, kata dia justru intensitas debat yang hanya dilaksanakan KPU selama tiga kali dan pastinya hanya diikuti teriak pendukung masing-masing calon semakin tidak mengena di masyarakat. Di satu sisi, pendekatan dengan menjajal konser musik pun dinilai hampa karena nasib Bali kedepan tergantung dari visi dan misi calon Gubernur, bukan dengan jenis selera musik.
"Seharusnya sekolah atau kampus tiap minggu gelar nonton bareng bersama debat Pilgub supaya betul-betul mengetahui apa yang dilakukan masing-masing cagub kedepan, bukannya nonton bola bareng saja," ungkapnya.
Ia memprakirakan kondisi periode Pilgub yang lalu akan kembali terjadi dengan menang secara tipis tetapi minim pemilih pemula dengan tingkat partipasi pemilih yang hampir sama di angka 70%. (bbn/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5858 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2576 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2214 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026