Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Program BSBI Sebagai Wujud Diplomasi Kebudayaan
Kamis, 5 Juli 2018,
15:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com,Jakarta. Program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) yang bertumpu pada seni dan budaya Indonesia merupakan cara yang paling efektif dalam melakukan diplomasi dan pendekatan kepada Negara sahabat. Tidak saja mengenal dan mempelajari seni dan budaya Indonesia, BSBI juga turut memberikan ruang bagi pesetanya untuk memahami nilai-nilai ke-Indonesiaan serta sejarah-sejarah yang berkaitan dengan Indonesia.
[pilihan-redaksi]
“Sejauh ini BSBI dalam bingkai seni dan budaya efektif dalam membangun dan mendukung diplomasi Indonesia bagi Negara sahabat,” ungkap Menteri Luar Negeri RI, Ratna L.P Marsudi dalam sambutannya saat pagelaran Indonesia Channel yang merupakan puncak apresiasi terhadap para peraih program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) usai melaksanakan kewajibannya dalam pengembangan kebudayaan Indonesia yang beragam. Kegiatan yang mengangkat tema ‘The Colours Of Beautiful Indonesia’ ini mengambil tempat di Teater Utama Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (4/7) malam.
“Sejauh ini BSBI dalam bingkai seni dan budaya efektif dalam membangun dan mendukung diplomasi Indonesia bagi Negara sahabat,” ungkap Menteri Luar Negeri RI, Ratna L.P Marsudi dalam sambutannya saat pagelaran Indonesia Channel yang merupakan puncak apresiasi terhadap para peraih program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) usai melaksanakan kewajibannya dalam pengembangan kebudayaan Indonesia yang beragam. Kegiatan yang mengangkat tema ‘The Colours Of Beautiful Indonesia’ ini mengambil tempat di Teater Utama Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (4/7) malam.
Program BSBI dicanangkan oleh kementrian Luar Negeri dalam rangka mendukung pengembangan seni dan kebudayaan Indonesia yang adi luhung. Di tahun 2018 ini, Indonesia Channel kembali digelar dan diramaikan sebanyak 72 orang yang meraih BSBI. Dimana, keseluruhannya merupakan warga Negara asing dari 44 negara sahabat Indonesia. “Saat ini 13 orang dari 72 peserta BSBI akan melanjutkan pendidikanya bambu instrument dan membagi pengalamanya dalam bidang seni dan budaya Indonesia,” jelasnya.
Hadir dalam kesempatan tersebut Mentri Luar Negeri RI, Ratna L.P Marsudi, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Perwakilan Negara Sahabat serta hadir pula Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara memberikan dukungan langsung terhadap peseta BSBI yang menampilkan kesenian Bali.
Sekda Kota Denpasar, AAN Rai iswara dalam kesempatan tersebut mangatakan bahwa Pemkot Denpasar sesuai dengan motto kota kreatif berwawasan budaya sangat mendukung adanya program BSBI ini. Dimana, kultur, seni dan kebudayaan Indonesia hingga saat ini menjadi daya Tarik tersendiri di mata dunia. Sehingga program BSBI yang dirangkaikan dengan pelaksanaan Indonesia Cannel ini sangat efektif sebagai upaya pengembangan, pelestarian, diplomasi, serta promosi Indonesia secara keseluruhan.
“Kami di Pemkot Denpasar sangat mendukung adanya BSBI dan Indonesia Channel sebagai wujud diplomasi kebudayaan indonesia di mancanegara,” jelas Rai iswara.
[pilihan-redaksi2]
Pimpinan Sanggar Semarandhana yang merupakan mitra Kementrian Luar Negeri RI asal Bali, I Nyoman Nikayana mengaku sangat senang mampu menjadi bagian pengembangan dan pengenalan kesenian Bali ke mancanegara. “memang ada kesulitan dalam mengajarkan kebudayaan baru bagi para peseta BSBI yang kita ketahui memiliki perbedaan kebudayaan, tapi lambat laun hasilnya tetap maksimal walau tidak seperti orang asli Bali yang dikenal dengan Taksu,” ungkapnya. Dalam kesempatan tersebut peserta BSBI yang berada di bawah naunganya turut membawakan tabuh dengan kolaborasi gambelan Semarandhana, Tari Janger, serta Kecak Ramayana.
Pimpinan Sanggar Semarandhana yang merupakan mitra Kementrian Luar Negeri RI asal Bali, I Nyoman Nikayana mengaku sangat senang mampu menjadi bagian pengembangan dan pengenalan kesenian Bali ke mancanegara. “memang ada kesulitan dalam mengajarkan kebudayaan baru bagi para peseta BSBI yang kita ketahui memiliki perbedaan kebudayaan, tapi lambat laun hasilnya tetap maksimal walau tidak seperti orang asli Bali yang dikenal dengan Taksu,” ungkapnya. Dalam kesempatan tersebut peserta BSBI yang berada di bawah naunganya turut membawakan tabuh dengan kolaborasi gambelan Semarandhana, Tari Janger, serta Kecak Ramayana.
Salah seoarang peserta BSBI, Gerry asal Korea Selatan mengaku senang membawakan kesenian Bali yang sangat unik. Menurutnya, seni di Bali bukan hanya menjadi hiburan, melainkan sesuatu yang sacral dan mengandung nilai religius yang tinggi.
“Iya senang bisa nari Bali, walaupun tak sama sepertiorang bali dalam membawakanya,” ucapnya dalam bahasa Indonesia. (bbn/rlsdps/rob)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4647 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026