Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Kolaborasi Wayang dan Calonarang Diikuti Watangan Matah di Taman Budaya
Sabtu, 4 Agustus 2018,
16:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Dilatarbelakangi pertunjukan wayang calonarang yang belakangan mulai surut penggemar oleh sebab munculnya berbagai alternatif hiburan lain, Sekaa Wayang Calonarang, Griya Sakti Telaga, Kerobokan berani mementaskan wayang calonarang di Bali Mandara Mahalango ke-5, Taman Budaya, Denpasar, Jumat (3/8).
[pilihan-redaksi]
Dalam pentas tersebut selain penampilan wayang, barong dan tari rangda, juga diikuti prosesi watangan matah yang biasanya dipentaskan dalam pentas calonarang.
Dalam pentas tersebut selain penampilan wayang, barong dan tari rangda, juga diikuti prosesi watangan matah yang biasanya dipentaskan dalam pentas calonarang.
“Kali ini kami memadukan pentas pakeliran, yaitu pentas wayang kulit dengan pentas calonarang,” tutur Ketua Sanggar Seni Majalangu, I Made Agus Adi Santika.
Sementara itu sebagai penggagas ide tersebut adalah Ida Bagus Sudiksa, Dalang Sekaa Wayang Calonarang, Griya Sakti Telaga, Kerobokan. Sebagai dalang, Ida Bagus Sudiksa paham betul bagaimana tugasnya dalam sebuah pertunjukan. “seorang dalang disebut guru loka sehingga hendaknya seorang dalang dapat memberikan pembelajaran bukan pembodohan baik agama, budaya, dan adat,” ungkapnya.
[pilihan-redaksi2]
Dalang itu kemudian membawa perenungan dengan menggambil kisah Bahula Duta sebagai tajuk dalam seni pertunjukannya. Cerita itu mengisahkan tentang perjalanan Mpu Bahula dalam mengemban tugas yang diberikan oleh Mpu Beradah. Perjalanan itu bertujuan mengetahui keberadaan Lontar Pirgit yang menjadi sumber kesaktian dari Walu Nata Ing Dirah dan sekaligus menjadikan Walu Nata Ing Dirah sebagai I Calonarang. Di saat Lontar Pirgit itu diketahui sebagai Niscaya Lingga dan Nircaya Lingga, Empu Beradah akhirnya memerangi I Calonarang. Sebagai wujud pencampuhan Darma Sadu dengan Darma Weci.
Dalang itu kemudian membawa perenungan dengan menggambil kisah Bahula Duta sebagai tajuk dalam seni pertunjukannya. Cerita itu mengisahkan tentang perjalanan Mpu Bahula dalam mengemban tugas yang diberikan oleh Mpu Beradah. Perjalanan itu bertujuan mengetahui keberadaan Lontar Pirgit yang menjadi sumber kesaktian dari Walu Nata Ing Dirah dan sekaligus menjadikan Walu Nata Ing Dirah sebagai I Calonarang. Di saat Lontar Pirgit itu diketahui sebagai Niscaya Lingga dan Nircaya Lingga, Empu Beradah akhirnya memerangi I Calonarang. Sebagai wujud pencampuhan Darma Sadu dengan Darma Weci.
Kisah Bhaula Duta mengandung filosofi rwa bineda, ada baik juga buruk, juga sebab akibat termasuk mengulas tantra yang sejatinya juga merupakan jalan menuju tuhan. "Karena pada dasarnya banyak jalan menuju roma. Sekarang tergantung manusianya, karena hidup ini pada hakikatnya adalah memilih," tutur Ida Bagus Sudiksa. (bbn/rls/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026