Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kolaborasi Wayang dan Calonarang Diikuti Watangan Matah di Taman Budaya
Sabtu, 4 Agustus 2018,
16:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Dilatarbelakangi pertunjukan wayang calonarang yang belakangan mulai surut penggemar oleh sebab munculnya berbagai alternatif hiburan lain, Sekaa Wayang Calonarang, Griya Sakti Telaga, Kerobokan berani mementaskan wayang calonarang di Bali Mandara Mahalango ke-5, Taman Budaya, Denpasar, Jumat (3/8).
[pilihan-redaksi]
Dalam pentas tersebut selain penampilan wayang, barong dan tari rangda, juga diikuti prosesi watangan matah yang biasanya dipentaskan dalam pentas calonarang.
Dalam pentas tersebut selain penampilan wayang, barong dan tari rangda, juga diikuti prosesi watangan matah yang biasanya dipentaskan dalam pentas calonarang.
“Kali ini kami memadukan pentas pakeliran, yaitu pentas wayang kulit dengan pentas calonarang,” tutur Ketua Sanggar Seni Majalangu, I Made Agus Adi Santika.
Sementara itu sebagai penggagas ide tersebut adalah Ida Bagus Sudiksa, Dalang Sekaa Wayang Calonarang, Griya Sakti Telaga, Kerobokan. Sebagai dalang, Ida Bagus Sudiksa paham betul bagaimana tugasnya dalam sebuah pertunjukan. “seorang dalang disebut guru loka sehingga hendaknya seorang dalang dapat memberikan pembelajaran bukan pembodohan baik agama, budaya, dan adat,” ungkapnya.
[pilihan-redaksi2]
Dalang itu kemudian membawa perenungan dengan menggambil kisah Bahula Duta sebagai tajuk dalam seni pertunjukannya. Cerita itu mengisahkan tentang perjalanan Mpu Bahula dalam mengemban tugas yang diberikan oleh Mpu Beradah. Perjalanan itu bertujuan mengetahui keberadaan Lontar Pirgit yang menjadi sumber kesaktian dari Walu Nata Ing Dirah dan sekaligus menjadikan Walu Nata Ing Dirah sebagai I Calonarang. Di saat Lontar Pirgit itu diketahui sebagai Niscaya Lingga dan Nircaya Lingga, Empu Beradah akhirnya memerangi I Calonarang. Sebagai wujud pencampuhan Darma Sadu dengan Darma Weci.
Dalang itu kemudian membawa perenungan dengan menggambil kisah Bahula Duta sebagai tajuk dalam seni pertunjukannya. Cerita itu mengisahkan tentang perjalanan Mpu Bahula dalam mengemban tugas yang diberikan oleh Mpu Beradah. Perjalanan itu bertujuan mengetahui keberadaan Lontar Pirgit yang menjadi sumber kesaktian dari Walu Nata Ing Dirah dan sekaligus menjadikan Walu Nata Ing Dirah sebagai I Calonarang. Di saat Lontar Pirgit itu diketahui sebagai Niscaya Lingga dan Nircaya Lingga, Empu Beradah akhirnya memerangi I Calonarang. Sebagai wujud pencampuhan Darma Sadu dengan Darma Weci.
Kisah Bhaula Duta mengandung filosofi rwa bineda, ada baik juga buruk, juga sebab akibat termasuk mengulas tantra yang sejatinya juga merupakan jalan menuju tuhan. "Karena pada dasarnya banyak jalan menuju roma. Sekarang tergantung manusianya, karena hidup ini pada hakikatnya adalah memilih," tutur Ida Bagus Sudiksa. (bbn/rls/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5918 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2608 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2265 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026