Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Bupati Eka: Kerauhan Terjadi Aura Negatif Penari Bersinggungan Aura Positif
Sabtu, 25 Agustus 2018,
16:10 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com,Tabanan. Ditemani Ratu Nabe Subagia dan para Sisia Perguruan Siwa Murti, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti turun langsung mengobati dan membersihkan (ngelukat) dan menyiapkan panyengker karang buat para penari yang mengalami masalah non medis pasca fenomena kerauhan yang melanda penari Rejang Sandat Ratu Segara.
[pilihan-redaksi]
Bupati Eka menyadari bahwa orang yang mengalami kerauhan tidak bisa didiamkan, harus segera ditangani sesuai dengan prosedur yang ada dan tentunya juga atas kehendak Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Kerauhan tersebut, menurutnya terjadi akibat aura positif yang mengalir ke tubuh para penari yang berisi aura negative sehingga bersinggungan dan terjadilah kerauhan. Apalagi dari sekian siswi yang diobati beliau, banyak hal-hal aneh yang diderita mereka, diantaranya ada yang dari kelahiran merupakan keturunan Pemangku/pengiring, agar segera dilakukan pewintenan (pembersihan).
Bupati Eka menyadari bahwa orang yang mengalami kerauhan tidak bisa didiamkan, harus segera ditangani sesuai dengan prosedur yang ada dan tentunya juga atas kehendak Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Kerauhan tersebut, menurutnya terjadi akibat aura positif yang mengalir ke tubuh para penari yang berisi aura negative sehingga bersinggungan dan terjadilah kerauhan. Apalagi dari sekian siswi yang diobati beliau, banyak hal-hal aneh yang diderita mereka, diantaranya ada yang dari kelahiran merupakan keturunan Pemangku/pengiring, agar segera dilakukan pewintenan (pembersihan).
Beberapa peserta ada juga yang sabda bayu dan idepnya tidak menyatu dengan raganya, sehingga harus dilakukan upacara penebusan di Pura Dalem. Kondisi lain ada yang medis berupa magh dan asam lambung tinggi.
“Sudah jelas persembahan ini merupakan Yadnya yang menimbulkan aura positif, dan Tuhan membersihkan semua yang ikut ngayah. Dengan adanya Tarian ini, yang tidak diketahui memiliki penyakit jadi bisa diketahui penyakitnya. Dan Pemkab berniat membantu sampai tuntas,” jelas Bupati yang akrab disapa Eka itu dihadapan 60 Penari yang berobat, dan seluruh OPD di lingkungan Pemkab Tabanan, para Awak Media (Wartawan) juga orang-tua siswa yang hadir disana saat itu.
Bahkan dari sekian banyak pasien (siswi penari) yang ditangani Bupati Eka, ada 1 (satu) pasien dari luar penari Rejang Ratu Segara, yakni Tim Medis dari Dinas Kesehatan. Beliau menderita bebayinan, saat diobati berteriak histeris. Setelah diobati Bupati Eka serta dilukat, keadaanya kembali pulih.
Seperti yang juga dijelaskan Srikandi asal Tegeh, Angseri tersebut di lapangan bahwa pengobatan ini wajib dilakukan. Beliau sangat prihatin, mengingat siswi-siswi ini adalah penerus bangsa, penerus Tabanan kedepannya. Pemerintah wajib melindungi, mengawasi dan mensuport perkembangan generasi muda menuju arah yang positif. Kedepan Beliau berencana akan turun ke Sekolah-sekolah melakukan kegiatan pengobatan ini, karena pasca pementasan Rejang Sandat Ratu Segara ini banyak sekali siswi yang mempunyai penyakit Desti.
“Dan nanti kita akan coba turun ke sekolah-sekolah, karena banyak sekali anak-anak kita (Siswi) kena Desti. Doakan program ini agar segera terwujud. Karena apa? Karena ini buat Tabanan. Karena anak-anak ini adalah penerus Tabanan”, pungkas Bupati Perempuan pertama di Bali itu.
“Semoga semua bisa berjalan normal, dan sami rahayu. Serta mari tanamkan pikiran yang positif,” jelasnya saat mengunjungi posko Pengobatan Skala lan Niskala antisipasi para Penari Pasca Pementasan Rejang Sandat Ratu Segara, Sabtu (25/8)..
Sementara itu, Ratu Nabe Subagia-pun turut berkomentar mengenai fenomena trance ini. Beliau mengungkapkan bahwa, kerauhan itu bukanlah kesurupan, melainkan kedatangan, yakni kedatangan Ida Batara (Ida Sang Hyang Widhi Wasa). Dikatakannya Kerauhan dan kesurupan itu adalah hala yang sangat berlainan. Kerauhan dijelaskannya adalah kedatangan Ida Sang Hyang Widhi, sedangkan Kesurupan adalah Kerasukan unsur jahat atau roh-roh jahat.
[pilihan-redaksi2]
“Sesungguhnya kerauhan nika artinya kedatangan, bukan kesurupan. Welcome to God, artinya Tuhan datang,” jelas mantan Dosen Agama yang menangani bidang Kerauhan di IHDN Denpasar tersebut dihadapan seluruh elemen yang hadir di lokasi acara.
“Sesungguhnya kerauhan nika artinya kedatangan, bukan kesurupan. Welcome to God, artinya Tuhan datang,” jelas mantan Dosen Agama yang menangani bidang Kerauhan di IHDN Denpasar tersebut dihadapan seluruh elemen yang hadir di lokasi acara.
Dirinya juga membenarkan, bahwa kerauhan yang dialami oleh para penari Rejang Sandat Ratu Segara pasca pementasan itu diakibatkan oleh bergesekannya antara aura positif yang ditimbulkan tarian tersebut dengan aura negative yang melekat di dalam tubuh penari. Dan itu dianggapnya merupakan phenomena yang sudah bias terjadi di Bali. Bahkan dirinya mengaku, sedari kecil sudah sering mengalami hal tersebut.
“Ini adalah bagian dari anugrah Ida Batara, jadi kerauhan itu jangan dibesar-besarkan tetapi perlu ditangani secara maksimal”, pungkas Ratu Nabe. (bbn/rlstbn/rob)
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2617 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026