Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Festival Jatiluwih Diharapkan Jadi Wahana Pelestarian Warisan Leluhur
Jumat, 14 September 2018,
23:50 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com,Tabanan. Gubernur Bali mengapresiasi kegiatan Festival Jatiluwih sebagai salah satu wahana untuk menjaga dan melestarikan warisan leluhur yang adi luhung yang menjadi kebanggaan masyarakat Bali.
[pilihan-redaksi]
Sambutan Gubernur Bali yang dibacakan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Jumat (14/9) juga berharap agar Festival Jatiluwih mampu mempresentasikan kekayaan alam yang dimiliki serta dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat bukan hanya masyarakat Tabanan. Gubernur juga berharap agar peran serta seluruh masyarakat Tabanan dalam menyukseskan even bergengsi ini tidak hanya sebatas ditunjukkan dengan menghadiri festival, tetapi juga berperan serta secara langsung dalam berbagai kegiatan selama penyelenggaraan festival ini.
Sambutan Gubernur Bali yang dibacakan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Jumat (14/9) juga berharap agar Festival Jatiluwih mampu mempresentasikan kekayaan alam yang dimiliki serta dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat bukan hanya masyarakat Tabanan. Gubernur juga berharap agar peran serta seluruh masyarakat Tabanan dalam menyukseskan even bergengsi ini tidak hanya sebatas ditunjukkan dengan menghadiri festival, tetapi juga berperan serta secara langsung dalam berbagai kegiatan selama penyelenggaraan festival ini.
"Festival ini harus mampu membangkitkan rasa kepedulian dan tanggung jawab kita semua untuk menjaga warisan leluhur. Jatiluwih memiliki keunikan dan ciri khas mengusung konsep Tri Hita Karana, ini kebanggaan kita semua yang harus kita jaga," imbuhnya.
Sementara itu, Menteri Pariwisata RI yang diwakili Tenaga Ahli Pariwisata bidang pemasaran dan kerjasama pariwisata Prof. Gede Pitana menyampaikan bahwa pelaksanaan festival merupakan salah satu ajang promosi pariwisata yang diharapkan dapat menggerakkan ekonomi masyarakat dan memberi peningkatan kesejahteraan pada masyarakat.
Ditambahkannya, Jatiluwih merupakan model pembangunan pariwisata yang berbasis pelestarian alam, sehingga keberadaannya harus terus dipromosikan dan digaungkan yang salah satunya melalui festival ini. " Saya harap festival ini bisa dilaksanakan konsisten tiap tahun dengan tanggal yang pasti sehingga bisa masuk dalam calendar of event," imbuhnya.
[pilihan-redaksi2]
Pada bagian lain Bupati Tabanan Eka Wiryastuti yang sekaligus sebagai Ketua Umum Badan Pengelola Daya Tarik Wisata Jatiluwih melaporkan bahwasannya festival yang mengangkat tema Mata Subak ini akan berlangsung dari tanggal 14-15 September 2018 dengan diisi berbagai pentas seni dan penampilan musisi ternama di tanah air. Dengan kegiatan ini diharapkan Desa Jatiluwih yang telah ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 2012 sebagai warisan budaya dunia gaungnya dapat semakin meluas dan kedepannya dapat semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pada bagian lain Bupati Tabanan Eka Wiryastuti yang sekaligus sebagai Ketua Umum Badan Pengelola Daya Tarik Wisata Jatiluwih melaporkan bahwasannya festival yang mengangkat tema Mata Subak ini akan berlangsung dari tanggal 14-15 September 2018 dengan diisi berbagai pentas seni dan penampilan musisi ternama di tanah air. Dengan kegiatan ini diharapkan Desa Jatiluwih yang telah ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 2012 sebagai warisan budaya dunia gaungnya dapat semakin meluas dan kedepannya dapat semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pembukaan Festival Jatiluwih yang ditandai dengan pemukulan gong oleh Wagub Bali, turut dihadiri oleh Wakil Bupati Tabanan, Pimpinan DPRD Kabupaten Tabanan, para pejabat di lingkungan Pemprov Bali dan Pemkab Tabanan serta masyarakat umum. (bbn/rlspemprov/rob)
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026