Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Masyarakat Bali Tidak Mungkin Hidup Tanpa Keanekaragaman Hayati
Kamis, 20 September 2018,
12:02 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Masyarakat Bali tidak mungkin hidup tanpa keanekaragaman hayati maka dari itu untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan penyediaan kebutuhan manusia secara berkelanjutan maka pengelolaan keanekaragaman hayati harus dilakukan secara hati-hati dan mempertimbangkan segala aspek
[pilihan-redaksi]
“Masyarakat Bali tidak mungkin hidup tanpa keanekaragaman hayati, contohnya pisang yang memiliki manfaat untuk sumber pangan, keseimbangan lingkungan, dan kegiatan spiritual/budaya,” tegas Profesor Dr. Ir. I Dewa Ngurah Suprapta, M.Sc. selaku pembicara kunci berjudul “Linkage between biodiversity, bioscience, and Bio-business pada International Conference on Bioscience and Biotechnology (ICBB) di Gedung Pasca University Udayana, 21-22 September 2018 yang digelar Fakultas Pertanian Universitas Udayana.
“Masyarakat Bali tidak mungkin hidup tanpa keanekaragaman hayati, contohnya pisang yang memiliki manfaat untuk sumber pangan, keseimbangan lingkungan, dan kegiatan spiritual/budaya,” tegas Profesor Dr. Ir. I Dewa Ngurah Suprapta, M.Sc. selaku pembicara kunci berjudul “Linkage between biodiversity, bioscience, and Bio-business pada International Conference on Bioscience and Biotechnology (ICBB) di Gedung Pasca University Udayana, 21-22 September 2018 yang digelar Fakultas Pertanian Universitas Udayana.
Prof. Suprapta menyampaikan berbagai solusi dalam pemanfaat keragaman hayati secara bijak seperti penerapan teknologi dan kebijakan pemerintah yang ramah lingkungan. Ini tidak lain karena manfaat Keragaman hayati memiliki manfaat secara material dan non-material (nilai-nilai social dan budaya) khususnya di Bali.
Adapun manfaat itu keanekaragaman hayati memiliki beberapa fungsi seperti memenuhi kebutuhan fisik umat manusia (sumber pangan, obat-obatan, kosmetik, air bersih). Disamping itu keanekaragaman hayati berfungsi dalam perubahan iklim, mencegah banjir, dan penyakit serta proses penyulingan air secara alamiah. Secara budaya, kata ilmuan lulusan Jepang ini, keanekaragaman hayati bermanfaat untuk estitika, meningkatkan spiritualitas, sarana pendidikan dan kegiatan rekreasi.
“Bioscience harus memberikan informasi yang benar tentang pemanfaatan keragaman hayati dalam berbagai aspek termasuk bio-business,” tegas Ketua Senat Unud ini. Indonesia, katanya, Negara ketiga dengan kekayaan hayati berlimpah dibawah Brazil dan Kolumbia.
[pilihan-redaksi2]
Ketua Panitia ICBB ke-9, IGA Ayu Rai Asmiwyati, Ph.D. menjelaskan ICBB merupakan acara tahunan yang diselenggarakan FP Unud, berkaitan dengan perayaan HUT FP Unud dan Dies Natalis. Konferensi ini menghadirkan sejumlah pembicara dari luar negeri dan dalam negeri.
Ketua Panitia ICBB ke-9, IGA Ayu Rai Asmiwyati, Ph.D. menjelaskan ICBB merupakan acara tahunan yang diselenggarakan FP Unud, berkaitan dengan perayaan HUT FP Unud dan Dies Natalis. Konferensi ini menghadirkan sejumlah pembicara dari luar negeri dan dalam negeri.
Sejumlah ilmuan Jepang akan berbicara seperti Mutsuaki Suzuki, Ph.D, prof. Dr. Ryota Sakamoto, Kota Katayama, dan Daichi Yamada, Ph.D. Sementara itu pembicara Indonesia ada Prof. I Komang Damar Jaya, Ph.D (Universitas Mataram), Prof. Dr. Priyatmojo serta ilmuan muda Unud I Putu Sudiartha, Ph.D. Kegiatan ini dibuka rektor unud Prof. Dr.dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S (K) dan dihadiri undangan pejabat dilingkungan Unud serta Konsul Jepang di Bali. (bbn/rls/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2615 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026