Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Diakui Unesco, Generasi Muda Jangan Jauhi Joged
Sabtu, 22 September 2018,
18:55 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. “Joged itu bukan sekadar tari pergaulan yang hanya diakui Bali bahkan UNESCO mengakui, generasi muda jangan menjauhi joged karena itu milik kita,” tutur Eva Anggreni selaku pembimbing garapan bertajuk Eling dari SMP PGRI 3 Denpasar.
[pilihan-redaksi]
Kalangan Madya Mandala Taman Budaya, Denpasar pada Jumat, 21 September 2018 kembali disemarakkan oleh garapan dari SMP PGRI 3 Denpasar dan SMP PGRI 2 Denpasar. Permasalahan dalam Tari Joged Bumbung tak hanya sebatas pada berkembangnya aliran joged tak wajar yang dikenal oleh masyarakat sebagai joged jaruh atau joged porno. Namun, kesadaran masyarakat untuk memerangi joged jaruh juga perlu menjadi sorot perhatian.
Kalangan Madya Mandala Taman Budaya, Denpasar pada Jumat, 21 September 2018 kembali disemarakkan oleh garapan dari SMP PGRI 3 Denpasar dan SMP PGRI 2 Denpasar. Permasalahan dalam Tari Joged Bumbung tak hanya sebatas pada berkembangnya aliran joged tak wajar yang dikenal oleh masyarakat sebagai joged jaruh atau joged porno. Namun, kesadaran masyarakat untuk memerangi joged jaruh juga perlu menjadi sorot perhatian.
“Joged jaruh yang mencemari joged bumbung jangan dijadikan alasan bahwa semua tari joged itu porno,” jelas Eva Anggreni.
Sebagai seorang guru seni budaya, Eva paham betul bahwa Tari Joged sejatinya adalah tari pergaulan yang amat fleksibel dan klasik, sehingga pemahaman masyarakat akan joged bumbung dengan pakem-pakem yang asli perlu diingatkan, khususnya generasi muda yang akan meneruskan kelestarian budaya Bali.
Melalui garapan teatrikal bertajuk Eling, SMP PGRI 3 Denpasar berusaha mengingatkan bahwa joged sebagai tari peragulan memiliki pakem-pakem tradisi khas yang patut dijaga. “Kebanyakan orang tua merasa resah kalau anaknya nonton joged, keresahan itu justru membuat anak muda semakin enggan untuk menonton joged,” keluh Eva.
Melihat permasalahan itu, sebagai pembimbing Eva pun berusaha memberi pemahaman kepada siswa-siswinya bahwa kesenian joged bukanlah untuk dijauhi, melainkan kini kesenian joged tengah merindukan sosok pelestari. SMP PGRI 3 Denpasar yang dipimpin oleh I Made Suada ini pun tak hanya mempersembahkan garapan teatrikal, tari penyambutan khas SMP PGRI 3 Denpasar ‘Tari Aswelalita’ pun menjadi pembuka yang manis dan ramah. Garapan ini pun setidaknya melibatkan 70 orang siswa-siswi dari 7 (tujuh) ekstrakurikuler.
[pilihan-redaksi2]
Mengangkat tema senada, SMP PGRI 2 Denpasar pun turut mengimbau bahwa keberadaan joged klasik perlu dilestarikan. “Bagaimana mengantisipasi joged porno, melawan joged porno dengan joged klasik itulah yang ingin kami sampaikan,” jelas Made Yudana selaku guru pengawas garapan SMP PGRI 2 Denpasar. Sekolah yang dipimpin oleh I Gede Wenten Aryasuda ini hanya menyiapkan 45 orang siswa dalam gelar Bali Mandara Nawanatya III dengan waktu persiapan hanya sebulan. Namun, Yudana pun mengungkapkan sumbangsih dana dari pemerintah untuk sekolah-sekolah perlu ditingkatkan guna menunjang garapan berkesenian para seniman muda.
Mengangkat tema senada, SMP PGRI 2 Denpasar pun turut mengimbau bahwa keberadaan joged klasik perlu dilestarikan. “Bagaimana mengantisipasi joged porno, melawan joged porno dengan joged klasik itulah yang ingin kami sampaikan,” jelas Made Yudana selaku guru pengawas garapan SMP PGRI 2 Denpasar. Sekolah yang dipimpin oleh I Gede Wenten Aryasuda ini hanya menyiapkan 45 orang siswa dalam gelar Bali Mandara Nawanatya III dengan waktu persiapan hanya sebulan. Namun, Yudana pun mengungkapkan sumbangsih dana dari pemerintah untuk sekolah-sekolah perlu ditingkatkan guna menunjang garapan berkesenian para seniman muda.
Menepis joged jaruh kembali pada masyarakat Bali sendiri. Masyarakat Bali mutlak bertanya pada diri sendiri, “Sudahkah saya tidak gengsi mencintai joged?” Jawabannya patut dibuktikan dengan aksi bukan hanya sekadar ambisi agar Joged Bumbung klasik dengan pakem tradisi bukanlah hanya sekadar ilusi. (bbn/rls/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026