Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Masyarakat Bali Cenderung Konsumtif Produk Luar Negeri
Jumat, 28 September 2018,
09:32 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Pengiriman barang dari luar negeri yang masuk ke Bali lebih banyak sebesar 18 ribu barang jika dibandingkan pengiriman ke luar Bali sebanyak 8 ribuan unit. Hal ini mengindikasikan masyarakat Bali masih konsumtif gemar berbelanja produk luar negeri ketimbang lokal.
[pilihan-redaksi]
Alit Septiniwati, Branch Manager JNE Bali menjelaskan volume pengiriman produk dari luar Bali sangat tinggi didominasi dari negara Hongkong dan Cina, dengan jenis produk berupa produk fashion, serta pernak-perniknya dengan distribusi dalam sehari sebanyak 10 ribuan pengiriman.
Alit Septiniwati, Branch Manager JNE Bali menjelaskan volume pengiriman produk dari luar Bali sangat tinggi didominasi dari negara Hongkong dan Cina, dengan jenis produk berupa produk fashion, serta pernak-perniknya dengan distribusi dalam sehari sebanyak 10 ribuan pengiriman.
"Daerah tujuan sasaran itu sebagian besar ke daerah Jawa Timur dan Sumatra," jelasnya, Kamis (27/9) di Denpasar.
[pilihan-redaksi2]
Dari 10 ribu pengiriman dari luar tersebut, lanjutnya sebesar 5 ribu sampai 6 ribu pengiriman menuju ke daerah Surabaya dan untuk wilayah Denpasar sebesar 2.500 pengiriman sebagian besar produknya berupa, jepit rambut, gelang, selop tangan dan lain-lainnya. Untuk konsumen penerima barang, ia menyebut sebagian besar produk yang dipesan tersebut ditujukan ke perorangan bukan lembaga maupun kantor.
Dari 10 ribu pengiriman dari luar tersebut, lanjutnya sebesar 5 ribu sampai 6 ribu pengiriman menuju ke daerah Surabaya dan untuk wilayah Denpasar sebesar 2.500 pengiriman sebagian besar produknya berupa, jepit rambut, gelang, selop tangan dan lain-lainnya. Untuk konsumen penerima barang, ia menyebut sebagian besar produk yang dipesan tersebut ditujukan ke perorangan bukan lembaga maupun kantor.
"Dalam pengiriman tersebut sudah ada nama-nama pembelinya, dari masing-masing produk-produk yang dikirim tersebut. Bisanya sebagian besar sistemnya adalah pesan dulu melalui online produknya. Selanjutnya, setelah barang diterima baru dilakukan pembayaran kepada kurir pengiriman," ucapnya.
Ia menambahkan seiring dengan perkembangan e-commerce saat ini yang semakin pesat peluang jasa logistik menjadi semakin menjadi terbuka lebar. (bbn/aga/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2812 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1984 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026