Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Menggarap Fragmentari dari Riset Sejarah
Minggu, 7 Oktober 2018,
07:09 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. “Ini sebuah garapan yang ditujukan untuk mengenang kisah perjalanan budaya dan tradisi, anak muda harus tahu ini,” jelas I Wayan Gede Aditya Pratita selaku pembina garapan SMA 1 Sukawati dalam Gelar Seni Akhir Pekan Bali Mandara Nawanatya III pada Jumat, (5/10).
[pilihan-redaksi]
Garapan megah nan kaya tradisi yang dipersembahkan SMAN 1 Sukawati ini bertajuk Nguripining Yana yang bermakna menghidupkan perjalanan kesenian khususnya di daerah Sukawati, Gianyar. Berupa fragmentari, SMAN 1 Sukawati memberi pesan dan mengajak masyarakat untuk melek dengan sejarah kebudayaan Bali.
Garapan megah nan kaya tradisi yang dipersembahkan SMAN 1 Sukawati ini bertajuk Nguripining Yana yang bermakna menghidupkan perjalanan kesenian khususnya di daerah Sukawati, Gianyar. Berupa fragmentari, SMAN 1 Sukawati memberi pesan dan mengajak masyarakat untuk melek dengan sejarah kebudayaan Bali.
“Kita menggarap ini melihat sejarah dulu, bisa dibilang riset dulu baru menerjemahkannya dalam sebuah garapan fragmentari,” ungkap I Wayan Gede Aditya Pratita sebagai pembina garapan SUKSMA (SMAN 1 Sukawati).
Ide ini pun sejatinya bermula dari adanya sebuah rasa penasaran. “Kesenian ini semua bermula darimana? Tidak mungkin kan muncul begitu saja, jadi saya dan teman-teman penggarap lainnya memutuskan untuk mengangkat ini,” ujar Aditya menambahkan.
Fragmentari yang dipentaskan pada malam hari tepat pukul 19.30 Wita ini pun berlangsung di Kalangan Madya Mandala Taman Budaya, Denpasar. Diawali dengan kisah sejarah perkembangan seni di Sukawati yang tak terlepas dari jasa putra kedua Baginda Raja Sri Dewa Agung Anom Wirya Maharisikan yakni Sang Pangeran Sukawati Ida I Dewa Agung Made Karna. Beliau mewariskan seni kesenian seperti legong, jauk, dan barong di desa Sukawati.
Dalam sebuah karya Sang Pangeran Sukawati, beliau mendalami laku bratha semadi di Pura Payogan Siwa Agung Desa Ketewel. Kemunculan bidadari pada karya tersebut membuat lahirnya tari jauk dan diikuti dengan barong yang kini telah dikembangkan di seluruh pelosok Sukawati. Garapan ini terlihat sangat kompleks, semua unsur menyatu dengan padu hingga membentuk fragmentari yang padat dan kental akan tradisi khas Sukawati.
Beralih dari bumi seni Sukawati, Gianyar seusai SMAN 1 Sukawati pera penonton yang hadir pun turut dihibur dengan garapan Joged Melampahan dari SMAN 1 Denpasar. Layaknya joged bumbung pada umunya, SMAN 1 Denpasar berusaha menyajikan joged bumbung yang sesuai dengan pakem-pakem joged.
“Kami tampilkan kesenian joged bumbung untuk memperkenalkan bahwa joged itu mestinya begini dengan pakemnya yang sudah ada,” jelas Putu Ayu Swandewi sebagai salah satu pembimbing garapan SMAN 1 Denpasar.
[pilihan-redaksi2]
Keseruan tampak manakala para penari dari SMANSA (SMAN 1 Denpasar) mencari para pengibing. Raut wajah keceriaan dan kebahagiaan tak dapat disembunyikan para pengibing yang bersedia mendampingi para penari joged yang menari dengan cantik dan apik.
Keseruan tampak manakala para penari dari SMANSA (SMAN 1 Denpasar) mencari para pengibing. Raut wajah keceriaan dan kebahagiaan tak dapat disembunyikan para pengibing yang bersedia mendampingi para penari joged yang menari dengan cantik dan apik.
Konsepsi seni yang bermula dari sebuah sejarah mutlak untuk dipahami generasi masa kini. “Joged ini kan juga tari pergaulan yang bermula dari kisah para petani yang membuat joged sebagai rasa syukur,” tutur Swandewi. Sambil menyelam minum air, baik siswa-siswi SUKSMA maupun SMANSA dapat mempelajari sejarah sekaligus melestarikan budaya melalui garapan sarat makna tersebut. (bbn/rls/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5923 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2612 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2269 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026