Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Tampilan Bertajuk Asihin Gumi Terinspirasi Filosofi Tri Hita Karana
Senin, 8 Oktober 2018,
15:55 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Tampilan IKIP PGRI Bali yang tercipta dari ajaran Tri Hita Karana ini pun diberi judul Asihin Gumi. Asihin gumi sendiri diibaratkan sebagai penggambaran ajaran Tri Hita Karana yang menyatukan hubungan manusia dengan manusia (Pawongan), manusia dengan alam (Palemahan), dan manusia dengan Tuhan (Parahyangan).
[pilihan-redaksi]
Tak hanya itu, Asihin gumi juga mewujudkan sebuah seni yang disadari sebagai daya cipta karsa manusia yang diciptakan guna menumbuhkan rasa suka cita dalam diri agar manusia bisa saling menghargai dan dihargai. Tri Hita Karana mengajarkan agar manusia bisa saling menghormati dengan segala yang ada. Air merupakan sumber kehidupan, seni merupkan ekspresi jiwa manusia. Kolaborasi seni karya IKIP PGRI Bali yang ditampilkan merupakan sebuah gambaran agar sebagai manusia bisa saling mengasihi.
Tak hanya itu, Asihin gumi juga mewujudkan sebuah seni yang disadari sebagai daya cipta karsa manusia yang diciptakan guna menumbuhkan rasa suka cita dalam diri agar manusia bisa saling menghargai dan dihargai. Tri Hita Karana mengajarkan agar manusia bisa saling menghormati dengan segala yang ada. Air merupakan sumber kehidupan, seni merupkan ekspresi jiwa manusia. Kolaborasi seni karya IKIP PGRI Bali yang ditampilkan merupakan sebuah gambaran agar sebagai manusia bisa saling mengasihi.
“Tri Hita Karana ini adalah sebuah kearifan lokal yang dimiliki Bali, karena itulah erat kaitannya dalam aktivitas di Bali khususnya proses penciptaan seni budaya,” ungkap I Ketut Yarsama sebagai pengawas garapan IKIP PGRI Bali dalam Bali Mandara Nawanatya.
Yarsama yang juga mengemban tanggung jawab sebagai Dekan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni IKIP PGRI Bali ini pun menuturkan garapan anak didiknya yang dipersembahkan oleh Mahasiswa UKM Seni ini pun memberi banyak makna akan kehidupan di masa kini.
“Perbedaan itu bukan hal yang asing lagi di negeri kita, ajaran Tri Hita Karana itulah yang dijadikan benang merah guna menyatukan segala perbedaan yang ada,” terang Yarsama saat ditemui di Tanan Budaya, Denpasar, Minggu (7/10) malam disela-sela pementasan.
Dharma dan kasih agar selalu bisa ditanamkan sejak dini. Garapan yang menggabungkan unsur drama, tari, musik, dan akrobat ini pun terlihat sangat atraktif. Seni akrobatis yang dinamis dilakukan oleh para mahasiswa dengan piawai. Mereka tampak seperti orang-orang yang sudah profesional di bidangnya.
Hap...hap...para gadis tampak melompat dan ditangkap oleh para penari pria. Tak mau kalah penari pria pun meloncat dengan sangat tinggi dan berdiri di pundak temannya. Sontak para penonton yang menghadiri Gelar Seni Akhir Pekan Bali Mandara Nawanatya III yang berlangusng di Kalangan Madya Mandala Taman Budaya, Denpasar menjadi berteriak tegang seraya tersenyum lega manakala para penari berhasil menyelesaikan gerakan ekstremnya itu.
[pilihan-redaksi2]
Pementasan yang dimulai sejak pukul 19.30 wita ini pun turut dihadiri Rektor IKIP PGRI Bali yakni I Made Suarta. Suarta pun sangat mengapresiasi adanya gelar seni layaknya Bali Mandara Nawanatya. “Mahasiswa bisa mendapatkan sarana untuk berkreasi dan menunjukkan kebolehan mereka, tidak hanya saat ulang tahun kampus saja. Pada kesempatan ini pun mereka menunjukkan bahwa IKIP juga bisa dan memiliki garapan seni,” terang Suarta seraya tersenyum.
Pementasan yang dimulai sejak pukul 19.30 wita ini pun turut dihadiri Rektor IKIP PGRI Bali yakni I Made Suarta. Suarta pun sangat mengapresiasi adanya gelar seni layaknya Bali Mandara Nawanatya. “Mahasiswa bisa mendapatkan sarana untuk berkreasi dan menunjukkan kebolehan mereka, tidak hanya saat ulang tahun kampus saja. Pada kesempatan ini pun mereka menunjukkan bahwa IKIP juga bisa dan memiliki garapan seni,” terang Suarta seraya tersenyum.
Harapan Suarta pun sederhana agar garapan dari anak didiknya ini dapat berguna baik sebagai sarana hiburan maupun pelajaran yang memberi pesan membekas di benak masyarakat yang menonton. (bbn/rls/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026