Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Putri Suastini Koster Sebut Perempuan Bukan Vas Bunga di Ranah Politik
Kamis, 11 Oktober 2018,
22:35 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Ny. Putri Suastini Koster berharap meskipun dengan kuota 30%, namun para calon legislatif wanita harus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Bali dan Indonesia.
[pilihan-redaksi]
Hal itu disampaikannya saat menjadi keynote speaker dalam acara Focus Group Discussion (FGD) bertemakan Penguatan Strategi Caleg Perempuan Menghadapi Pileg 2019, di Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Prov Bali, Denpasar, Kamis (11/10).
Hal itu disampaikannya saat menjadi keynote speaker dalam acara Focus Group Discussion (FGD) bertemakan Penguatan Strategi Caleg Perempuan Menghadapi Pileg 2019, di Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Prov Bali, Denpasar, Kamis (11/10).
“Jika anda terpilih, anda semua bukanlah vas bunga tempat pajangan untuk menyedapkan pandangan para politisi, namun kaum perempuan duduk sebagai wakil rakyat harus berjuang secara moral dan intelektual untuk kepentingan masyarakat,” Jelasnya dalam acara yang turut juga dihadiri oleh Sukmawati Soekarno Putri, Plt. Kepala DP3A Luh Putu Hariyani, serta perwakilan KPU Bali.
Meskipun menurut pendamping orang nomor satu di Bai itu, kuota 30% masihlah sedikit, namun ini merupakan permulaan yang baik, karena setidaknya kiprah perempuan sudah diperhitungkan. “Sekarang kita terima dulu aturan ini sebagai permulaan. Akan tetapi kita berharap kedepan akan terus bertambah mungkin 50%, 75%, atau 90% sampai kedudukan kita dengan caleg laki-laki setara,” ujarnya.
Dengan peran aktif perempuan di kancah politik, Ia mengajak para peserta untuk menghilangkan kesan perempuan bergantung pada laki-laki. Sikap ini juga menurutnya harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya saat dalam kancah politik.
Hal senada juga disampaikan oleh Sukamawati Soekarno Putri. Sebagai putri dari Bapak Proklamator Indonesia, Ir. Soekarno, Ia menyemangati para calon legislatif perempuan dengan nilai-nilai kebangsaan warisan Bung Karno. Menurutnya nilai kebangsaan Bung Karno sangat luhur karena tidak hanya menginginkan Indonesia yang merdeka, namun juga bisa berdikari secara politik dan ekonomi. Ia berharap para caleg perempuan juga bisa meneladani hal-hal tersebut.
“Perempuan harus mandiri, punya pemikiran dan konsep sendiri dan tentu saja diimplementasikan dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat di legislatif,” jelasnya. Dalam kesepmatan itu Ia juga berbagai tentang pengalamannya di dunia politik yang telah Ia geluti dari dulu.
[pilihan-redaksi2]
Sementara itu Plt. Kepala DP3A Luh Putu Hariyani menyatakan kiprah perempuan di ranah politik memang agak tertinggal. Hal itu bisa dilihat dari kuota yang ditetapkan KPU masih di bawah 50%. Untuk itu Ia berharap para caleg perempuan bisa bersatu di lapangan saling mendukung dalam Pemilu tahun 2019.
Sementara itu Plt. Kepala DP3A Luh Putu Hariyani menyatakan kiprah perempuan di ranah politik memang agak tertinggal. Hal itu bisa dilihat dari kuota yang ditetapkan KPU masih di bawah 50%. Untuk itu Ia berharap para caleg perempuan bisa bersatu di lapangan saling mendukung dalam Pemilu tahun 2019.
“Dari manapun ranah partainya, kita harus bersatu dan saling dukung karena juga sama-sama berjuang untuk masyarakat Bali,” jelasnya.
Ia juga berpesan kepada para peserta untuk mempelajari tugas-tugas legislatif yaitu membuat kebijakan, menyusun anggaran serta mengawasi anggaran tersebut. “Saya harap anda semua mempelajari kebijakan apa yang dibutuhkan untuk masyarakat Bali ke depan, sehingga bisa dibahas kelak ketika sudah menjadi anggota legislatif,” tandasnya. (bbn/rlspemprov/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2604 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2259 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026