Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Gubernur Koster Minta Krama Panjer Tidak Menutup Diri dengan Orang Luar
Minggu, 14 Oktober 2018,
22:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Menyikapi perkembangan dewasa ini, Gubernur Bali Wayan Koster meminta Krama Desa Pakraman Panjer-Denpasar meningkatkan rasa persaudaraan sekaligus mengedepankan sikap terbuka dan inklusif.
[pilihan-redaksi]
Harapan itu disampaikannya saat menghadiri Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Utama Pura Desa, Pura Puseh lan Bale Agung Desa Pekraman Panjer-Denpasar, Minggu (14/10).
Harapan itu disampaikannya saat menghadiri Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Utama Pura Desa, Pura Puseh lan Bale Agung Desa Pekraman Panjer-Denpasar, Minggu (14/10).
Lebih jauh Koster mengingatkan agar tidak ada warga yang memunculkan sikap eksklusif atau menutup diri terhadap orang lain maupun dunia luar. “Jangan ada yang merasa berkuasa bahkan mau menang sendiri, karena perlahan sikap dan sifat seperti itu akan memunculkan arogansi serta memecah belah persaudaraan,” ujarnya.
Koster yang didampingi Ny.Putri Suastini Koster juga mengharapkan seluruh Krama Desa Pekraman Panjer membangkitkan sekaligus menjalankan tata-titi kehidupan yang berpedoman pada filosofi menyama braya dan Tri Hita Karana. Menurutnya, filosofi itu mengajarkan Krama Bali untuk hidup berdampingan, membangun pondasi rasa saling asah asih dan asuh, paras-paros sarpanaya, sagilik saguluk salunglung sabayantaka.
Pada bagian lain, Koster juga mengapresiasi semangat Krama Panjer dalam nangun yadnya. Kata dia, karya adat seperti ini merupakan salah satu usaha menyatukan rasa dan laksana warga desa dalam menjalankan ajaran agama. Lebih dari itu, pelaksanaan upacara keagamaan juga menjadi bagian penting dalam upaya melestarikan adat dan budaya Bali.
Pada kesempatan itu, Koster yang didampingi pula oleh Sekda Dewa Made Indra, Kepala Bappeda dan Litbang Wayan Wiasthana Ika Putra dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra memohon doa restu agar dapat menjalankan tugas sebagai Gubernur periode 2018-2023.
[pilihan-redaksi2]
Ia pun minta dukungan seluruh Krama Panjer dalam melaksanakan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang mempunyai arti menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan krama dan gumi Bali yang sejahtera dan bahagia.
Ia pun minta dukungan seluruh Krama Panjer dalam melaksanakan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang mempunyai arti menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan krama dan gumi Bali yang sejahtera dan bahagia.
"Saya hadir disini, bukan hanya sebagai Gubernur tetapi juga sebagai Krama Desa Pekraman Panjer. Karena di tempat inilah istri tercinta saya dibesarkan dan tumbuh menjadi seorang seniman yang metaksu," pungkasnya.
Sementara itu, Bendesa Adat Panjer A. A Ketut Oka Adnyana dalam laporannya mengatakan bahwa karya ini dilaksanakan setelah sebelumnya dilakukan pemugaran pura yang menelan biaya hingga Rp.10 miliar termasuk rentetan upacaranya. (bbn/rlspemprov/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026