Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Cerita Lubdaka Sarana Introspeksi Diri
Selasa, 16 Oktober 2018,
09:38 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Cerita perenungan dosa yang dilakukan Lubdaka bukanlah sebuah kisah yang lama-kelamaan hanya menjadi pengantar dongeng atau sebatas untuk menyadarkan saat momen Siwaratri saja. Cerita ini sebagai sarana introspeksi diri dan mengingat bahwa siapa kita sebenarnya dan bagaimana kita harus berucap, berpikir, dan berperilaku.
[pilihan-redaksi]
"Cerita ini kami suguhkan sebagai unsur mulat sarira atau introspeksi diri," ungkap I Gede Tilem Pastika sebagai sutradara garapan Komunitas Seni Institut Hindu Dharma Negeri dalam Gelar Seni Akhir Pekan Bali Mandara Nawanatya (14/10)
"Cerita ini kami suguhkan sebagai unsur mulat sarira atau introspeksi diri," ungkap I Gede Tilem Pastika sebagai sutradara garapan Komunitas Seni Institut Hindu Dharma Negeri dalam Gelar Seni Akhir Pekan Bali Mandara Nawanatya (14/10)
Cerita tentang Lubdaka memang erat kaitannya dengan hari raya Siwaratri yang mengisahkan pentaubatan dari Lubdaka yang notabene adalah seorang pemburu. "Kami ingin menyajikan sebuah garapan yang tidak melupakan jati diri kami sebagai kampus yang mempelajari ilmu agama tanpa melupakan unsur seni," terang Tilem yang juga berprofesi sebagai dosen di IHDN Denpasar.
Garapan ini pun mengikutsertakan berbagai UKM (Unik Kegiatan Mahasiswa) di IHDN Denpasar, diantaranya UKM tari, tabuh, pesantian, yoga, dan drama. Tampil di Hari Minggu (14/10) di Kalangan Madya Mandala Taman Budaya, Denpasar membuat penonton yang hadir berdecak kagum. Sebab, tak sedikit pesan yang terdapat dalam garapan ini. Dimulai dari penuturan Dewa Siwa yang mengungkapkan bahwa manusia yang berbuat tidak baik seperti mabuk, zina, dan lainnya akan mendapatkan tempat yamg tidak baik pula.
Dalam hal ini Satyam, Shivam, dan Sundaram pun nampak dengan jelas dalam garapan ini. Garapan yang dimulai pada pukul 19.30 wita ini pun terasa sangat kaya akan tuntunan sekaligus hiburan. Kami selalu tampil di Nawanatya, dan kami memang sadar bahwa ini adalah media berkreasi yang dapat digunakan secara liar namun tanpa melupakan akar tradisi, tutur Tilem. Tilem pun menambahkan bahwa berkreasi dengan liar yang dimaksud adalah berkreasi dengan sebebas-bebasnya dengan tetap memegang pakem kesenian tradisi dan tuntunan kebaikan.
[pilihan-redaksi2]
Menurut salah satu pemain dalam garapan ini yaitu Gusti Made Dharma Putra yang berperan sebagai Sang Suratma bahwa dirinya mengungkapkan cukup sulit memerankan tokoh yang berkaitan dengan dunia keagamaan. Sang Suratma dikenal sebagai tokoh yang cerdas namun kocak jadi agak sulit dan merasa cukup tertantang, terang Dharma.
Menurut salah satu pemain dalam garapan ini yaitu Gusti Made Dharma Putra yang berperan sebagai Sang Suratma bahwa dirinya mengungkapkan cukup sulit memerankan tokoh yang berkaitan dengan dunia keagamaan. Sang Suratma dikenal sebagai tokoh yang cerdas namun kocak jadi agak sulit dan merasa cukup tertantang, terang Dharma.
Sang Suratma yang tak lain adalah salah satu asisten Dewa Yamadipati di Yama Loka yakni dunia antara surga atau neraka, dimana Sang Suratma berperan mencatat dosa dan amal perbuatan manusia semasa hidup. Dharma yang merupakan alumni IHDN Denpasar merasa bangga dapat terlibat dalam garapan yang berdasar pada kisah Lubdaka ini. Sebagai alumni saya senang bisa terlibat dan semoga Nawanatya ini bisa menjadi barometer berkreativitas mahasiswa dan seniman muda di Bali, jelas Dharma menutup pembicaraan. (bbn/rls/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026