Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Revitalisasi Pasar Phula Kerti di Banjar Kaja Sesetan Senilai Rp16 Miliar Dimulai
Senin, 12 November 2018,
18:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Banjar Kaja Sesetan bersinergi dengan Pemerintah Kota Denpasar merevitalisasi Pasar Phula Kerti yang pembangunannya ditandai dengan peletakkan batu pertama oleh Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra di pasar setempat, Senin (12/11).
Kepala Pasar Phula Kerti, Wayan Agus Indrawan mengatakan tujuan dari revitalisasi pasar ini yakni guna menata pasar yang representatif menuju pasar yang bersih, aman, segar dan terpercaya. Pasar yang didirakan sekitar tahun 1975 dengan segala kondisi pasar yang sudah layak, namun sebagai upaya memaksimalkan pertumbuhan ekonomi kerakyatan, pemilik Pasar yakni Banjar Kaja Sesetan melaksanakan revitalisasi pasar. Pasar Phula Kerti ini rencanannya akan menampung sebanyak 233 pedagang yang terdiri dari 186 los dan 47 kios yang menjual kebutuhan sehari-hari seperti sembako, alat upakara dan lain sebagainya.
“Keseluruhan areal Pasar Phula Kerti yakni 60 Are tapi untuk tahap pertama untuk pasar rakyat yang akan dibangun seluas 30 Are. Pasar Phula Kerti ini dibagi menjadi dua pasar yakni Pasar Burung dan Pasar Rakyat yang sedang dibangun. Adapun dari jumlah pedagang yang ada di pasar burung dan pasar rakyat sebanyak kurang lebih 400 pedagang,” ujarnya.
Dikatakan Agus, pihaknya telah mengkonsep pelaksanaan pembangunan akan dilaksanakan selama 10-12 bulan. Dimana dana pembangunan ini menggunakan dana swadaya masyarakat dan kontrak pedagang dengan kisaran dana Rp. 16 milyar yang juga didukung Pemerintah Kota Denpasar. Selain itu pembangunan ini telah dikonsep sedemikian rupa yakni dengan menambahkan basement guna mengurangi kemacetan yang terjadi di seputaran pasar.
“Pembangunan ini tidak hanya dengan pembangunan fisik semata tetapi juga merubah mindset pedagang di dalam berjualan yang bersih serta hyginis dan tidak mengurangi konsep pasar rakyat yakni proses jual beli,” ujarnya. (bbn/rlsdps/rob)
Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Sekda AAN Rai Iswara mengatakan bahwa saat ini pasar tradisional masih menjadi sektor peting dalam menggerakan ekonomi utamanya di dalam kota. Sehingga revitalisasi pasar tradisional yang ada di Kota Denpasar dinilai penting untuk memaksimalkan pengembangan ekonomi kerakyatan.
"Dengan adanya revitalisasi pasar tentu akan membuat kepercayaan masyarakat akan pasar tradisional meningkat, dan tentunya akan memberikan dampak positif terhadap perekembangan pasar dan ekonomi kerakyatan kedepannya," ujar Rai Mantra.
Rai Mantra mencontohkan Pasar Agung, Pasar Poh Gading dan Pasar Nyanggelan Panjer. Dimana, pasar tradisional sebelumnya dikenal sebagai lokasi yang identik dengan becek dan bau, kini justru diminati masyarakat bahkan wisatawan mancanegara. Hal yang sama tentu dapat diwujudkan oleh Pasar Phula Kerti, dimana pasar ini memiliki daya tarik lain seperti adanya pasar burung yang tentunya sangat diminati bagi pecinta satwa.
"Pada prinsipnya kami di pemkot Denpasar secara bertahap mendukung revitalisasi pasar tradisional yang ada di Kota Denpasar sebagai upaya mendukung pengembangan ekonomi kerakyatan yang bermuara pada kesejahteraan rakyat," jelasnya.
Berita Premium
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2807 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2031 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1977 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026