Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
ACT Upayakan Pemda Relokasi Warga Terdampak Potensi Likuifaksi Bali Selatan
Kamis, 6 Desember 2018,
17:40 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) meminta pemerintah mewaspadai potensi likuifaksi di wilayah Bali selatan dengan melakukan penilaian, pemetaan dan melakukan edukasi sekaligus relokasi masyarakat secara bertahap.
[pilihan-redaksi]
Wakil Presiden ACT, Ibnu Khajar mengatakan untuk mengantisipasi bencana likuifaksi di Bali, pemerintah daerah dihimbau untuk membuat kebijakan terkait kebencanaan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti ahli geologi untuk memastikan wilayah potensi likuifaksi, Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD).
Wakil Presiden ACT, Ibnu Khajar mengatakan untuk mengantisipasi bencana likuifaksi di Bali, pemerintah daerah dihimbau untuk membuat kebijakan terkait kebencanaan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti ahli geologi untuk memastikan wilayah potensi likuifaksi, Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD).
"Solusinya adalah dengan mengevakuasi atau relokasi wilayah yang terkena dampak likuifaksi dan mengedukasi masyarakat agar siap menghadapi bencana," ungkapnya, Kamis (6/12) saat peluncuran Rencana Keberlanjutan Usaha untuk UMKM Tangguh Bencana di Sanur, Denpasar.
Disamping likuifaksi, ACT mengindentikasi adanya potensi bencana erupsi gunung Agung dan bencana gempa bumi karena wilayah Bali yang berdekatan dengan pusat gempa yakni cesar Bali Flores. Dikhawatirkan akan terjadinya pergerseran pusat gempa yang selama ini di Lombok NTB beralih ke wilayah Bali.
Berikutnya, kata dia adalah kelalaian manusia seperti terjadinya kebakaran. Ia menekankan pentingnya kesiapan masyarakat menghadapi bencana karena adanya korban jiwa sebagian besar bukan disebabkan bencana melainkan tidak siap menghadapinya.
Maka dari itu, Presiden Direktur PT Indonesian Paradise Property Tbk Agoes Soelistyo Santoso memprioritaskan faktor manusia dalam menghadapi bencana untuk program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsiblility/CSR). Lebih spesifik, sasaran yang ingin dituju adalah para UMKM, dimana dampak kebencaan kerap tidak menjadi perhitungan pengusaha kecil.
[pilihan-redaksi2]
"Edukasi ini sifatnya jangka panjang, karena lebih efektif mempersiapkan mental dan meminimalisir kerugian besar para UMKM jika terjadi bencana," ungkapnya.
"Edukasi ini sifatnya jangka panjang, karena lebih efektif mempersiapkan mental dan meminimalisir kerugian besar para UMKM jika terjadi bencana," ungkapnya.
Sementara Dinas Koperasi dan UKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma menuturkan sebagaimana diketahui, UMKM merupakan sektor penggerak perekonomian kota Denpasar, seperti pasar Badung yang setiap harinya bermiliaran rupiah mengalir. Bisa dibayangkan jika sewaktu-waktu terjadi bencana seperti erupsi Gunung Agung dan kebakaran. Dampaknya sangat dirasakan para pedagang. Untuk itu, ia mengapresiasi upaya tanggung jawab perusahaan untuk mengedukasi para UMKM untul lebih tanggap bencana. (bbn/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5905 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026