Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Bupati Suwirta Ultimatum PSK Agar Berhenti Melakukan Prostitusi
Senin, 7 Januari 2019,
17:40 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Bupati klungkung I Nyoman Suwirta memberi ultimatum kepada pekerja seks komersial (PSK) di sebuah gubuk agar berhenti melakukan prostitusi. Dalam waktu seminggu, para wanita PSK tersebut akan dikirim pulang ke daerah asal masing-masing.
Hal ini terungkap saat dirinya memimpin sidak sejumlah gubuk di eks galian C Gunaksa yang diduga menjadi tempat mangkal PSK, Minggu sore (6/1/2019). Pada gubuk di jalan milik Gung Bengkis di Raya Gunaksa tersebut didapatinya 3 orang wanita yang awalnya mengaku hanya berkerja menjual miras dan menemani tamu untuk minum minuman keras.
Namun ketika diinterogasi secara terpisah akhirnya mereka saling tuding sebagai psk dan akirnya mengaku menerima bookingan. Mereka diantaranya berinisial J (43), D (19) dan W (20) ketiganya berasal dari luar daerah Bali.
Dalam proses interogasi yang dilakukan Bupati Suwirta, ketiga wanita ini tampak meneteskan air mata karena merasa malu dan menyesal telah menjajakan diri. Ketiga wanita ini lantas diultimatum Bupati Suwirta untuk menghentikan kegiatan prostitusi.
Wanita berinisial J yang merupakan PSK paling tua mengaku akan berhenti menjajakan diri dan siap dipulangkan ke daerah asal.
Sedangkan salah seorang pemilik gubuk Ketut Sulandra mengatakan tiga orang PSK yang diasuhnya telah pergi sejak beberapa hari lalu karena mendengar ada isu penertiban tempat prostitusi. Suladra mengaku siap jika diminta menutup usahanya.
Dia berjanji akan memulangkan ketiga wanita PSK yang diasuhnya namun dengan syarat Pemerintah Daerah membantunya dalam memberikan lapangan pekerjaan.
"Saya siap jika diperintahkan menutup usaha saya ini tapi Pemerintah harus adil menutup semua usaha sejenis yg ada di klungkung, dan memberikan saya sebuah lapangan pekerjaan untuk menyambung hidup saya," ujar Suladra yang merupakan warga Gunaksa.
Lokasi ke 3 di dusun dukuh, desa tangkas yakni milik pak kerta, rombongan yustisi tidak mendapati seorangpun PSK. Hanya deretan kamar kosong kerukuran 2mx2m. Seorang wanita tua penunggunya mengaku semua PSK telah lama pergi dan belum ada yang kembali sejak tahun baru. Kepada para mucikari Bupati Suwirta ingatkan untuk tidak melanjutkan usahanya menjajakan wanita PSK.
Semua usaha sejenis yang berada di wilayah kabupaten klungkung akan ditutup tanpa pandang bulu. Aparat akan terus memantau lokasi prostitusi ini untuk memastikan kegiatan tersebut benar benar tidak berjalan kembali.
Jika kedapatan masih beroperasi maka akan ditindak sesuai Perda yang berlaku. "Saya perintahkan aparat untuk terus memantau tempat ini, jika masih beroperasi akan kami bongkar dan berlakukan sangsi tegas," ujar Bupati Suwirta.
Bersama Kapolres Klungkung AKBP. I Komang Sudana S. Ik. dan Kasatpolpp Putu Suarta serta sejumlah aparat yg terdiri dari unsur kepolisian dan satpolPP, Bupati Suwirta menginterogasi para pemilik dan penghuni gubuk tersebut. Sidak ternyata bocor, dari pantauan dilapangan sejumlah PSK sudah meninggalkan bilik asmara yang yang digunakan untuk melayani tamu.
Berita Klungkung Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/klk
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5904 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4630 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026