Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
YLPKI Bali: Sulit Cari Lahan, Pengembang Cari jalan Pintas Bangun di Lahan Miring
Rabu, 6 Februari 2019,
10:31 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Para pengembang properti harus memperhatikan lahan untuk membangun perumahan agar jangan sampai membangun di atas tanah atau lahan yang tidak layak seperti misalnya, perumahan yang dibangun di atas tanah yang miring yang berpotensi mengakibatkan longsor setelah dibangun dalam kurun waktu tertentu.
Direktur Yayasan lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Bali, I Putu Armaya.SH, mengatakan saat ini sulitnya mencari lahan, dan pengurusan izin sangat ketat membuat para pegembang mencari jalan pintas. Dari pengamatannya, memang terdapat beberapa pengembang yang membangun rumah dengan lahan tempat dibangun di tanah yang cukup miring.
"Dengan kondisi tanah yang miring, tentu akan menyebabkan para konsumen, merasa tidak nyaman. Para pengembang terkadang tidak melihat, atau mengecek rumah tersebut di kemudian hari. Mungkin, setelah selesai membangun rumah bagaimana kondisinya 5 tahun yang akan datang," ujarnya, Rabu (6/2).
Jika mengacu pada pasal 4 UU No 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Tentu dalam kaitan dengan hal tersebut konsumen memiliki hak atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan.
"Pada saat konsumen membeli properti, dan pengembang hanya asal-asalan membangun. Apa lagi dengan tekstur tanah yang tidak layak, sebenarnya untuk dibangun rumah maka itu perlu diperhatikan," ucapnya.
Dalam kaitan dengan hak-hak konsumen dilanggar seperti tersirat dalam pasal 4 UU No 8 tahun 1999, Pengembang tersebut dapat dituntut dan dijerat UU No 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen pasal 62 pidana 5 tahun serta denda hampir Rp.2 miliar.
"Dalam kaitan dengan hal tersebut hak-hak konsumen dilanggar. Pengembang yang nakal akan dapat dicabut izinya serta, disamping itu juga adanya perundang-undangan perumahan," dan sebagaiya.
Dirinya berharap kepada masyarakat di Bali terutama para pengembang agar dapat memikirkan kedepan jika konsumen mendapat tekstur tanah yang miring agar pondasinya dapat dibuat kuat terlebih dahulu oleh pengembang. "Jangan hanya asal bangun saja," tandasnya.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026