Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
20% Generasi Muda Bali Kecolongan Pengenalan Bahasa Bali
Selasa, 26 Februari 2019,
12:36 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Sekitar 20% dari total jumlah generasi muda Bali kecolongan pengenalan bahasa Bali, namun untungnya cepat dibuatkan regulasi dari Pemerintah Provinsi Bali melalui Perda dan Pergub sebagai salah satu upaya mempertahankan bahasa Bali.
[pilihan-redaksi]
"Jika bisa diprosentasekan 20% generasi muda Bali telah kecolongan atau kehilangan terkait pengenalan bahasa Bali saat ini," jelas Akademisi Universitas Udayana Dosen Sastra Bali Fakultas Ilmu Budaya I Wayan Suardiana belum lama ini di Denpasar, Bali.
"Jika bisa diprosentasekan 20% generasi muda Bali telah kecolongan atau kehilangan terkait pengenalan bahasa Bali saat ini," jelas Akademisi Universitas Udayana Dosen Sastra Bali Fakultas Ilmu Budaya I Wayan Suardiana belum lama ini di Denpasar, Bali.
Menurutnya, dengan adanya regulasi dari Pemprov Bali yaitu melalui Perda dan Pergub merupakan salah satu upaya dalam mempertahankan bahasa Bali saat ini.
"Untungnya, sudah ada regulasinya saat ini yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Bali. Kedepan saya rasa bahasa Bali tidak mengkhawatirkan bagi penuturnya, aturannya sudah kuat serta, lembaga yang mengontrol dan melaksanakan juga sudah ada," ujarnya.
Terkait bahasa sebagai gejala global, pihaknya menyarankan meski juga disikapi dengan cara berpikir global. "Ini merupakan gejala global, yang meski kita sikapi dengan cara berpikir global. Jangan hanya berpikir lokal saja, yang dilihat saat ini di dunia IT, anak-anak sangat familiar sekali dengan yang namanya gadget. Maka dari itu, kita harus mampu memberi edukasi dengan ikut masuk didalam dunia IT tersebut dalam rangka memperkenalkan bahasa Bali lebih dekat lagi," paparnya.
[pilihan-redaksi2]
Dilanjutkan, merosotnya pembelajaran bahasa Bali di dunia pendidikan harus dapat diisi juga dengan melakukan kegiatan-kegiatan Workshop serta ekstrakulikuler di luar jam pelajaran.
Dilanjutkan, merosotnya pembelajaran bahasa Bali di dunia pendidikan harus dapat diisi juga dengan melakukan kegiatan-kegiatan Workshop serta ekstrakulikuler di luar jam pelajaran.
"Dalam kaitan dengan pengenalan bahasa Bali, selain keluarga juga harus mampu mengenalkan bahasa lokal harus belajar bahasa nasional dalam konteks NKRI dan juga harus belajar bahasa asing dalam kontek global," ucapnya.
Ia menambahkan harus disinergikan agar jangan sampai nantinya orang Bali menjadi katrok atau terpingirkan. Dalam hal ini, lanjutnya, setidaknya orang Bali bisa paham dan mengerti tentang merawat warisan leluhur. (bbn/aga/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3772 Kali
02
03
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1712 Kali
04
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026