Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Minim Jam Mengajar, Guru Kontrak di Tabanan Ikut Melipat Surat Suara
Minggu, 10 Maret 2019,
20:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Minimnya jam pelajaran yang diterima oleh seorang guru kontrak di Kabupaten Tabanan, I Gede Feri Arta, (32) membuatnya keranjingan ikut melipat surat suara Pemilu.
[pilihan-redaksi]
“Setiap hari pulang pergi sejauh 20 kilometer,” katanya, Minggu (10/3). Pria asal Desa Cekik, Kecamatan Selemadeg adalah guru matematika di SMPN 1 Selemadeg. Tidak hanya pemilu tahun 2019 Feri Arta ikut melipat surat suara, sebelumnya sejak 2009 saat pemilihan presiden dirinya juga ikut berpartisipasi.
“Setiap hari pulang pergi sejauh 20 kilometer,” katanya, Minggu (10/3). Pria asal Desa Cekik, Kecamatan Selemadeg adalah guru matematika di SMPN 1 Selemadeg. Tidak hanya pemilu tahun 2019 Feri Arta ikut melipat surat suara, sebelumnya sejak 2009 saat pemilihan presiden dirinya juga ikut berpartisipasi.
“Saat pemilu Gubernur Bali 2018 saya dapat uang Rp 2 juta dalam waktu empat hari melipat surat suara,” ujarnya.
Ia menyebut keikutsertaan melipat surat suara kali ini mungkin dinilai yang terakhir, karena ia memprediksi pekerjaaanya sebagai guru kontrak di Tabanan akan bertambah. “Karena guru banyak pensiun, pasti pekerjaan nanti bertambah,” terangnya.
Sementara itu, Ketua KPU Tabanan I Gede Made Weda Subawa menyebutkan pada hari pelipatan surat suara yang kedua pasca Hari Raya Nyepi, ditemukan 66 surat suara robek dan 990 yang rusak karena ada noda tinta saat dicetak. “70.800 masuk kategori baik,” ujarnya.
[pilihan-redaksi2]
KPU Tabanan menargetkan pelipatan surat suara hingga tanggal 20 Maret 2019. Selain itu, pihaknya masih kekurangan petugas pelipat surat suara. “Kami target hingga ratusan orang, tapi belum tercapai,” ujarnya.
KPU Tabanan menargetkan pelipatan surat suara hingga tanggal 20 Maret 2019. Selain itu, pihaknya masih kekurangan petugas pelipat surat suara. “Kami target hingga ratusan orang, tapi belum tercapai,” ujarnya.
Weda menuturkan, pihaknya bekerjasama dengan Desa Adat Banjar Anyar untuk mencari petugas pelipat dengan memanfaatkan warga yang tidak memiliki pekerjaan. “Yang kami sasar ibu rumah tangga yang bisa kerja sambilan,” terangnya.
Untuk upah, setiap surat suara DPD, DPRD, DPR dihargai Rp 110. Untuk surat suara presiden dan wakil dihargai Rp 60. “Untuk harga bisa berubah karena kami masih menghitung dan melakukan penyesuain dengan daerah lain dan waktu,” ujarnya sembari menambahkan jika makin cepat selesai, bisa jadi upah yang diterima makin besar. (bbn/tab/rob)
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026