Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Melukat Berkembang Menjadi Gaya Hidup Kaum Metropolis
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Melukat tidak lagi hanya menjadi gaya hidup masyarakat Bali Tradisional tetapi berkembang sebagai gaya hidup bagi kaum metropolis.
[pilihan-redaksi]
Demikian terungkap dalam artikel berjudul “Wisata Melukat: Perspektif Air Pada Era Kontemporer” yang ditulis oleh I Made Gede Anadhi dan dipublikasikan dalam Jurnal Studi Kultural, Volume I nomor 2 tahun 2016.
I Made Gede Anadhi menuliskan kegiatan spiritual melukat dalam perkembanganya rupanya dipandang mampu menjawab kedahagaan masyarakat kontemporer Bali akan kebutuhan hakiki hidup mereka.
Ramainya kedatangan mereka pada sentra-sentra air suci berupa pancuran untuk melukat atau sekedar berekreasi ditangkap sebagai sebuah peluang usaha baru bagi desa-desa yang memiliki potensi air tersebut.
Wisata melukat-pun kemudian menjadi ikon yang dipromosikan lewat berbagai media dan berproses dalam berbagai bentuk sebagai wujud komodifikasi air.
Perspektif masyarakat Bali era tradisional sangat mensakralkan air sebagai bagian dari setiap jenjang kehidupannya.
Bahkan disetiap upacara keagamaan keberadaan air selalu menyertai sebagai suatu komponen utama yang harus ada.
Air sebagai anugerah pertama dan utama dalam pandangan Hindu mendapat tempat dan penghormatan istimewa dalam kehidupan Umat Hindu di Bali.
[pilihan-redaksi2]
Agama Hindu oleh Masyarakat Bali bahkan pernah disebut sebagai Agama Tirtha atau Agama Air, karena hampir tidak ada satu pun ritual yang diselesaikan tanpa kehadiran air.
Teologi Hindu memandang air sangat istimewa, Wisnu merupakan salah satu Dewa Tri Murti yang menggunakan air sebagai simbol.
Dalam Perspektif Religius Orang Bali tertanam keyakinan bahwa memelihara siklus air berarti menjaga kemakmuran kehidupan, memelihara kedamaianan hati, dan ketenteraman pikiran, sehingga air disebut tirtha panglukatan (air sebagai pembersihan), dan tirtha amrta sanjiwani (air sebagai sumber kemakmuran).
Air juga sangat penting sebagai pengantar menuju kehidupan di alam setelah kematian melalui perantara tirha pengentas (air sebagai jalan menuju akhirat). [bbn/ Jurnal Studi Kultural/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan