Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Melukat Berkembang Menjadi Gaya Hidup Kaum Metropolis

Rabu, 3 April 2019, 06:35 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Melukat tidak lagi hanya menjadi gaya hidup masyarakat Bali Tradisional tetapi berkembang sebagai gaya hidup bagi kaum metropolis.

[pilihan-redaksi]
Demikian terungkap dalam artikel berjudul “Wisata Melukat: Perspektif Air Pada Era Kontemporer” yang ditulis oleh I Made Gede Anadhi dan dipublikasikan dalam Jurnal Studi Kultural, Volume I nomor 2 tahun 2016.

I Made Gede Anadhi menuliskan kegiatan spiritual melukat dalam perkembanganya rupanya dipandang mampu menjawab kedahagaan masyarakat kontemporer Bali akan kebutuhan hakiki hidup mereka.

Ramainya kedatangan mereka pada sentra-sentra air suci berupa pancuran untuk melukat atau sekedar berekreasi ditangkap sebagai sebuah peluang usaha baru bagi desa-desa yang memiliki potensi air tersebut.

Wisata melukat-pun kemudian menjadi ikon yang dipromosikan lewat berbagai media dan berproses dalam berbagai bentuk sebagai wujud komodifikasi air.

Perspektif masyarakat Bali era tradisional sangat mensakralkan air sebagai bagian dari setiap jenjang kehidupannya.

Bahkan disetiap upacara keagamaan keberadaan air selalu menyertai sebagai suatu komponen utama yang harus ada.

Air sebagai anugerah pertama dan utama dalam pandangan Hindu mendapat tempat dan penghormatan istimewa dalam kehidupan Umat Hindu di Bali.

[pilihan-redaksi2]
Agama Hindu oleh Masyarakat Bali bahkan pernah disebut sebagai Agama Tirtha atau Agama Air, karena hampir tidak ada satu pun ritual yang diselesaikan tanpa kehadiran air.

Teologi Hindu memandang air sangat istimewa, Wisnu merupakan salah satu Dewa Tri Murti yang menggunakan air sebagai simbol.

Dalam Perspektif Religius Orang Bali tertanam keyakinan bahwa memelihara siklus air berarti menjaga kemakmuran kehidupan, memelihara kedamaianan hati, dan ketenteraman pikiran, sehingga air disebut tirtha panglukatan (air sebagai pembersihan), dan tirtha amrta sanjiwani (air sebagai sumber kemakmuran).

Air juga sangat penting sebagai pengantar menuju kehidupan di alam setelah kematian melalui perantara tirha pengentas (air sebagai jalan menuju akhirat). [bbn/ Jurnal Studi Kultural/mul]

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/mul



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami