Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Melukat Berkembang Menjadi Gaya Hidup Kaum Metropolis
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Melukat tidak lagi hanya menjadi gaya hidup masyarakat Bali Tradisional tetapi berkembang sebagai gaya hidup bagi kaum metropolis.
[pilihan-redaksi]
Demikian terungkap dalam artikel berjudul “Wisata Melukat: Perspektif Air Pada Era Kontemporer” yang ditulis oleh I Made Gede Anadhi dan dipublikasikan dalam Jurnal Studi Kultural, Volume I nomor 2 tahun 2016.
I Made Gede Anadhi menuliskan kegiatan spiritual melukat dalam perkembanganya rupanya dipandang mampu menjawab kedahagaan masyarakat kontemporer Bali akan kebutuhan hakiki hidup mereka.
Ramainya kedatangan mereka pada sentra-sentra air suci berupa pancuran untuk melukat atau sekedar berekreasi ditangkap sebagai sebuah peluang usaha baru bagi desa-desa yang memiliki potensi air tersebut.
Wisata melukat-pun kemudian menjadi ikon yang dipromosikan lewat berbagai media dan berproses dalam berbagai bentuk sebagai wujud komodifikasi air.
Perspektif masyarakat Bali era tradisional sangat mensakralkan air sebagai bagian dari setiap jenjang kehidupannya.
Bahkan disetiap upacara keagamaan keberadaan air selalu menyertai sebagai suatu komponen utama yang harus ada.
Air sebagai anugerah pertama dan utama dalam pandangan Hindu mendapat tempat dan penghormatan istimewa dalam kehidupan Umat Hindu di Bali.
[pilihan-redaksi2]
Agama Hindu oleh Masyarakat Bali bahkan pernah disebut sebagai Agama Tirtha atau Agama Air, karena hampir tidak ada satu pun ritual yang diselesaikan tanpa kehadiran air.
Teologi Hindu memandang air sangat istimewa, Wisnu merupakan salah satu Dewa Tri Murti yang menggunakan air sebagai simbol.
Dalam Perspektif Religius Orang Bali tertanam keyakinan bahwa memelihara siklus air berarti menjaga kemakmuran kehidupan, memelihara kedamaianan hati, dan ketenteraman pikiran, sehingga air disebut tirtha panglukatan (air sebagai pembersihan), dan tirtha amrta sanjiwani (air sebagai sumber kemakmuran).
Air juga sangat penting sebagai pengantar menuju kehidupan di alam setelah kematian melalui perantara tirha pengentas (air sebagai jalan menuju akhirat). [bbn/ Jurnal Studi Kultural/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan