Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Melukat Berkembang Menjadi Gaya Hidup Kaum Metropolis
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Melukat tidak lagi hanya menjadi gaya hidup masyarakat Bali Tradisional tetapi berkembang sebagai gaya hidup bagi kaum metropolis.
[pilihan-redaksi]
Demikian terungkap dalam artikel berjudul “Wisata Melukat: Perspektif Air Pada Era Kontemporer” yang ditulis oleh I Made Gede Anadhi dan dipublikasikan dalam Jurnal Studi Kultural, Volume I nomor 2 tahun 2016.
I Made Gede Anadhi menuliskan kegiatan spiritual melukat dalam perkembanganya rupanya dipandang mampu menjawab kedahagaan masyarakat kontemporer Bali akan kebutuhan hakiki hidup mereka.
Ramainya kedatangan mereka pada sentra-sentra air suci berupa pancuran untuk melukat atau sekedar berekreasi ditangkap sebagai sebuah peluang usaha baru bagi desa-desa yang memiliki potensi air tersebut.
Wisata melukat-pun kemudian menjadi ikon yang dipromosikan lewat berbagai media dan berproses dalam berbagai bentuk sebagai wujud komodifikasi air.
Perspektif masyarakat Bali era tradisional sangat mensakralkan air sebagai bagian dari setiap jenjang kehidupannya.
Bahkan disetiap upacara keagamaan keberadaan air selalu menyertai sebagai suatu komponen utama yang harus ada.
Air sebagai anugerah pertama dan utama dalam pandangan Hindu mendapat tempat dan penghormatan istimewa dalam kehidupan Umat Hindu di Bali.
[pilihan-redaksi2]
Agama Hindu oleh Masyarakat Bali bahkan pernah disebut sebagai Agama Tirtha atau Agama Air, karena hampir tidak ada satu pun ritual yang diselesaikan tanpa kehadiran air.
Teologi Hindu memandang air sangat istimewa, Wisnu merupakan salah satu Dewa Tri Murti yang menggunakan air sebagai simbol.
Dalam Perspektif Religius Orang Bali tertanam keyakinan bahwa memelihara siklus air berarti menjaga kemakmuran kehidupan, memelihara kedamaianan hati, dan ketenteraman pikiran, sehingga air disebut tirtha panglukatan (air sebagai pembersihan), dan tirtha amrta sanjiwani (air sebagai sumber kemakmuran).
Air juga sangat penting sebagai pengantar menuju kehidupan di alam setelah kematian melalui perantara tirha pengentas (air sebagai jalan menuju akhirat). [bbn/ Jurnal Studi Kultural/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2940 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun