Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Nasi Bira, Hidangan Banyu Pinaruh Bermakna Anugerah Ilmu Pengetahuan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Nasi Bira menjadi hidangan yang disajikan atau dinikmati setelah melakukan prosesi banyu pinaruh. Nasi bira atau yang juga dikenal dengan nasi pradnyan menjadi sebuah simbol anugerah ilmu pengetahuan, dengan harapan ilmu pengetahuan yang dipelajari dipelajari dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Hal tersebut terungkap dalam sebuah artikel berjudul “Motivasi Belajar Dan “Beasiswa Dewi Saraswati” Di Tengah Perayaan Hari Saraswati” yang dipublikasikan dalam Jurnal Guna Widya, Volume 3, No.1, tahun 2011. Artikel tersebut ditulis oleh Ketut Sumadi dari Fakultas Dharma Duta IHDN Denpasar.
Nasi bira atau pradnya pada umumnya merupakan nasi berwarna kuning dengan berbagai macam lauk, disertai kacang saur, telur, daging ayam, mentimun terung. Nasi ini mirip nasi yasa, sehingga tidak jarang juga disebut dengan nasi yasa saraswati.
Menyantap nasi bira biasanya menjadi agenda penutup dari ritual Banyu Pinaruh. Banyu pinaruh sendiri berasal dari kata banyu yang berarti air, dimana air dalam agama Hindu identik dengan tirta dan tirta bersinonim dengan amertha yang berarti kehidupan. Sedangkan pinaruh berasal dari kata pinih dan weruh. Pinih berarti utama dan weruh berarti pengetahuan atau kecerdasan.
Jadi banyu pinaruh dapat diartikan sebagai ritual memohon air atau tirta pengetahuan atau kecerdasan. Namun dapat juga dimaknai sebagai momentum membersihkan atau mensucikan diri dengan ilmu pengetahuan.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2238 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan