Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 12 September 2026
BNPT Sebut Pemberantasan Hoaks Jadi Senjata Baru Tangani Kelompok Radikalisme
Jumat, 24 Mei 2019,
08:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama dalam pemberantasan hoaks yang menjadi senjata baru bagi kelompok radikalisme.
[pilihan-redaksi]
Untuk mencegah serta mendeteksi sejak dini adanya aksi radikalisme yang mengarah tindakan terorisme, masyarakat diminta untuk mengaktifkan kembali keamanan desa berbasis kearifan lokal.
Untuk mencegah serta mendeteksi sejak dini adanya aksi radikalisme yang mengarah tindakan terorisme, masyarakat diminta untuk mengaktifkan kembali keamanan desa berbasis kearifan lokal.
Menurut Kasi Partisipasi Masyarakat BNPT RI, Letkol Setyo Pranowo, pendekatan dengan kearifan lokal harus diaktifkan kembali, seperti pecalang ataupun siskamling. "Keamanan dengan kearifan lokal inilah yang akan mendeteksi orang-orang baru yang ada di lingkungan sekitar kita, sehingga mereka terpantau ataupun terdeteksi," terang Setyo, Kamis (23/5).
Menurutnya, dalam giat forum yang diikuti Babinsa, Bhabinkamtibmas dan perangkat desa ini, bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pola ancaman dan penyebaran terorisme. Dimana, para aparatur keamanan dan perangkat desa ini adalah lini terdepan untuk mendeteksi ini.
[ilihan-redaksi2]
"Kami juga mengajarkan kepada mereka tentang publik speaking, bagaimana berbicara mengungkapkan pendapat, disamping deteksi dini. Sehingga saat mereka di lapangan bisa lebih percaya diri," jelas Setyo.
"Kami juga mengajarkan kepada mereka tentang publik speaking, bagaimana berbicara mengungkapkan pendapat, disamping deteksi dini. Sehingga saat mereka di lapangan bisa lebih percaya diri," jelas Setyo.
Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Ketua Bidang Media dan Hukum FKPT Bali, Emanuel Dewata Oja (EDO) mengatakan, selain untuk mendeteksi sejak dini potensi paham radikalisme, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar mampu saring informasi yang ada media sosial sebelum menyebarkan atau sharing.
"Dengan mengikuti kegiatan ini, saya harap Bhabinsa dan juga Bhabinkamtibmas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, mampu menginformasikan dan juga mengedukasi masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial," kata Edo. (bbn/Spy/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
01
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3321 Kali
02
03
04
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 789 Kali
05
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 729 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026