Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
BNPT Sebut Pemberantasan Hoaks Jadi Senjata Baru Tangani Kelompok Radikalisme
Jumat, 24 Mei 2019,
08:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama dalam pemberantasan hoaks yang menjadi senjata baru bagi kelompok radikalisme.
[pilihan-redaksi]
Untuk mencegah serta mendeteksi sejak dini adanya aksi radikalisme yang mengarah tindakan terorisme, masyarakat diminta untuk mengaktifkan kembali keamanan desa berbasis kearifan lokal.
Untuk mencegah serta mendeteksi sejak dini adanya aksi radikalisme yang mengarah tindakan terorisme, masyarakat diminta untuk mengaktifkan kembali keamanan desa berbasis kearifan lokal.
Menurut Kasi Partisipasi Masyarakat BNPT RI, Letkol Setyo Pranowo, pendekatan dengan kearifan lokal harus diaktifkan kembali, seperti pecalang ataupun siskamling. "Keamanan dengan kearifan lokal inilah yang akan mendeteksi orang-orang baru yang ada di lingkungan sekitar kita, sehingga mereka terpantau ataupun terdeteksi," terang Setyo, Kamis (23/5).
Menurutnya, dalam giat forum yang diikuti Babinsa, Bhabinkamtibmas dan perangkat desa ini, bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pola ancaman dan penyebaran terorisme. Dimana, para aparatur keamanan dan perangkat desa ini adalah lini terdepan untuk mendeteksi ini.
[ilihan-redaksi2]
"Kami juga mengajarkan kepada mereka tentang publik speaking, bagaimana berbicara mengungkapkan pendapat, disamping deteksi dini. Sehingga saat mereka di lapangan bisa lebih percaya diri," jelas Setyo.
"Kami juga mengajarkan kepada mereka tentang publik speaking, bagaimana berbicara mengungkapkan pendapat, disamping deteksi dini. Sehingga saat mereka di lapangan bisa lebih percaya diri," jelas Setyo.
Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Ketua Bidang Media dan Hukum FKPT Bali, Emanuel Dewata Oja (EDO) mengatakan, selain untuk mendeteksi sejak dini potensi paham radikalisme, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar mampu saring informasi yang ada media sosial sebelum menyebarkan atau sharing.
"Dengan mengikuti kegiatan ini, saya harap Bhabinsa dan juga Bhabinkamtibmas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, mampu menginformasikan dan juga mengedukasi masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial," kata Edo. (bbn/Spy/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026