Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Cafe 9, Cikal Bakal Wisata Kuliner Pantai Jimbaran
Minggu, 2 Juni 2019,
12:07 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Badung. Pantai Jimbaran di Kabupaten Badung, Bali, kini dikenal sebagai destinasi wisata kuliner ikan laut. Tempat ini kini selalu ramai dikunjungi wisatawan yang ingin mencoba hidangan ikan laut di deretan cafe-cafe yang berjejer sepanjang pantai. Bagaimana sejarahnya?
"Disebut cafe 9 karena di area ini saja ada sembilan cafe yang menjual aneka kuliner ikan laut seperti ikan bakar dan sebagainya. Sembilan cafe inilah yang menjadi cikal bakal atau perintis wisata kuliner di Pantai Jimbaran," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Bali, Ir Nengah Manu Mudita, didampingi Ketua Forum Krama Bendega, Made Artana, dan I Made Komet, Ketua Kelompok Sadar Nelayan, di Pantai Jimbaran, Jumat (31/5/2019).
Setelah sembilan cafe itu berdiri, kemudian wisata kuliner di pesisir Pantai Jimbaran mulai berkembang. Selain cafe 9, kemudian ada cafe 19 dengan 19 cafe penjual kuliner ikan laut di bagian selatan kawasan cafe 9. Cafe 9 ini sendiri bisa dicapai lewat jalan Pemelisan Agung Jimbaran.

"Setelah cafe 9 dan 19, cafe-cafe kuliner ikan laut ini kemudian berkembang hingga Pantai Kedonganan. Jadi kalau dicari cikal bakal atau perintisnya, ya di cafe 9 ini. Kawasan wisata kuliner ikan laut di Pantai Jimbaran ini dirintis oleh para nelayan Jimbaran, bukan oleh pengusaha kuliner atau pariwisata," ujarnya.
Untuk Melindungi Kawasan Pesisir
Usaha merintis wisata kuliner ini, kata Manu Mudita, sudah mulai dilakukan sejak tahun 1990 an. Saat itu ia masih menjabat Kadis Perikanan Kabupaten Badung di era Bupati Badung Alit Putra dan Gubernur Bali Ida Bagus Oka.

"Sebelum ramai seperti sekarang, kawasan Pantai Jimbaran ini dulu penuh dengan tanaman katang-katang (semak berduri). Awalnya di sini hanya ada dua penjual ikan bakar, nelayan setempat. Karena semakin ramai dan berkembang, akhirnya saya buat sembilan kavling untuk cafe kuliner ikan laut, dan syukur semakin ramai dan berkembang ke pantai sekitarnya baik di Pantai Muaya Jimbaran hingga Pantai Kedonganan," kata pria pemegang hak paten alat dan cara transplantasi terumbu karang laut ini.
Manu Mudita mengaku bersyukur sudah melakukan hal ini. Karena jika tidak dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan Jimbaran, maka sepanjang pesisir Pantai Jimbaran akan dikuasai oleh para investor.
"Jika tidak ada cafe-cafe kuliner ikan laut ini, mungkin sepanjang pantai Jimbaran ini sudah penuh hotel-hotel dan akses nelayan dan warga pesisir menuju pantai mungkin sudah sangat terbatas," ujarnya.

Untuk lebih memperkuat posisi nelayan dan juga warga pesisir, Manu Mudita dan Forum Krama Bendega kini tengah memperjuangkan adanya Peraturan Gubernur (Pergub) Bendega yang akan mengatur segala aktivitas di wilayah pesisir Bali. Termasuk untuk melindungi warga dan juga nelayan yang ada di seluruh pesisir pantai Bali. [bbn/psk]
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/gus
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5944 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4657 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2285 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026