Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 12 September 2026
Jambore Pasraman Nasional, Bentuk SDM Pendidik Agama Hindu
Selasa, 2 Juli 2019,
19:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Peserta dari 33 Provinsi ikut serta dalam kegiatan Jambore Pasraman Nasional (Jampasnas) digelar di Bali mulai Rabu (3/7) di Denpasar. Kegiatan ini rencananya akan berlangsung hingga 7 Juli mendatang.
[pilihan-redaksi]
Ketua Umum Panitia Jampasnas I Wayan Budha mengatakan, dalam jambore terdapat beberapa jenis lomba yakni mengucapkan Tri Sandya, mengucapkan kramaning sembah dan pelafalan doa. Sejak dilaksanakan 2008 silam, kontingen Provinsi Bali selalu menjadi juara umum.
Selain lomba, kegiatan lainnya akan diisi kegiatan dharma wacana tentang nilai-nilai keagamaan, tirta yatra dan yoga. Salah satu kegiatan yang menarik adalah tirta yatra ke Pura Besakih. Para peserta akan diajak bersembahyang bersama dan mengenal pura-pura yang ada di areal Pura Besakih.
"Di luar Bali pendidik agama Hindu cukup banyak, tapi cenderung pengabdian standar. Di daerah terpencil seperti Sumatera, Ternate dan Ambon malah tidak ada. Jambore ini menjadi upaya untuk membentuk SDM pendidik agama Hindu," terangnya saat jumpa pers, di kawasan Penatih Denpasar, Selasa (2/7).
Kegiatan yang digelar setiap tiga tahun ini, melibatkan 33 provinsi seluruh Indonesia, dimana setiap provinsi diwakili 25 kontingen.
Sekretaris Ditjen Bimas Hindu, I Made Sutresna mengatakan, kegiatan ini rutin dalam rangka mengatualisasi nilai-nilai agama dan persatuan antar umat beragama.
Selain itu, kegiatan ini merupakan upaya untuk mengatasi permasalahan minimnya jumlah guru agama Hindu di luar Bali. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat menebar dan mengimplementasikan nilai-nilai agama Hindu di lingkungan dan dalam kehidupan sehari-hari.
[pilihan-redaksi2]
"Kita harus buat kebijakan pembinaan nilai-nilai agama kepada masyarakat, salah satunya pasraman. Kegiatan ini mengembangkan program yang membuat ajaran dharma bisa diseminasi, khususnya kepada generasi muda," terangnya.
Nilai-nilai dharma, imbuhnya, sangat penting untuk membentengi generasi muda mengingat tantangan yang dihadapi sekarang semakin kompleks. Sehingga nilai-nilai agama juga harus diterapkan pada pendidikan formal dan non formal.
"Kegiatan ini mengangkat esensi bagaiamana menciptakan solidaritas, mengembangkan nilai-nilai Tat Wam Asi dan Wasudewa Kutumbakam, sehingga membuat umat lebih siap dengan tantangan di masa sekarang dan masa depan," ujarnya. [bbn/rls/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
02
03
04
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
05
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 735 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026