Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Sutopo Purwo, Sang Pembawa Informasi Kebencanaan Itu Berpulang
Minggu, 7 Juli 2019,
08:23 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Setelah berjuang cukup lama atas penyakit kanker paru yang dideritanya, Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meninggal dunia di Guangzhou, China.
[pilihan-redaksi]
Seperti dikutip di CNNIndonesia.com, Wafatnya Sutopo itu dikabarkan istrinya, Retno Utami Yulianingsih. "Betul mas, sudah enggak ada. Mohon dimaafkan ya," ujar Retno seraya terisak saat dihubungi CNNIndonesia.com, Minggu (7/7) dini hari Wib.
Seperti dikutip di CNNIndonesia.com, Wafatnya Sutopo itu dikabarkan istrinya, Retno Utami Yulianingsih. "Betul mas, sudah enggak ada. Mohon dimaafkan ya," ujar Retno seraya terisak saat dihubungi CNNIndonesia.com, Minggu (7/7) dini hari Wib.
Retno yang menemani Sutopo menjalani perawatan kanker di Guangzhou, China, itu mengaku belum tahu kapan jenazah suaminya akan dibawa ke Indonesia. Ia mengatakan suaminya tersebut menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 02.00 waktu setempat.
Kabar wafatnya Sutopo pun diinformasikan Direktorat Pengurangan Risiko Bencana BNPB lewat akun Twitternya.
"Telah meninggal dunia Bapak @Sutopo_PN , Minggu, 07 July 2019, sekitar pukul 02.00 waktu Guangzhou/pukul 01.00 WIB. Mohon doanya untuk beliau," demikian cuitan di akun twitter PRB BNPB tersebut.
Ungkapan duka cita pun diberikan sejumlah tokoh lewat akun Twitternya, seperti politikus PDIP Kirana Larasati.
"Turut berduka dan kehilangan yang mendalam atas wafatnya seorang pejuang yg berdedikasi tinggi.. pak @Sutopo_PN.. semoga Beliau diterima di sisi Allah Swt. Selamat jalan pak," tulis Kirana.
Pria kelahiran Boyolali pada 1969 silam itu wafat setelah berjuang lama melawan kanker yang menggerogoti kesehatan tubuhnya.
Dalam pekerjaannya sebagai Kepala Pusdatin Humas BNPB, bisa dikatakan popularitas sudah ibarat menteri bahkan presiden. Saat mendengar Sutopo harus melanjutkan pengobatan ke Guangzhou, China, pada Sabtu (15/6) netizen pun menggemakan tagar (#) DoaBuatSutopo di media sosial.
Sutopo memang dikenal dan 'disayang' karena banyak memberikan layanan informasi bencana, ancaman, serta penanggulangannya kepada masyarakat.
Diceritakan Sutopo sendiri semasa hidupnya, ia divonis dokter telah mengidap kanker paru pada pertengahan Januari 2018.
"Dokter bilang saya kanker paru-paru stadium IV pertengahan Januari lalu," kata pria yang juga karib disapa Pak Topo itu dalam keterangan yang disampaikan di grup whatsapp wartawan, Senin (12/2).
Sutopo mengaku kaget atas penyakitnya tersebut. Apalagi selama ini ia tidak merokok dan selalu mengonsumsi makanan sehat.
Namun, Sutopo menyatakan menerima penyakit tersebut dan menganggapnya sebagai garis hidup yang memang harus dijalaninya. Dia pun terus menjalani aktivitasnya seperti biasa, termasuk dalam pekerjaan sebagai Kepala Pusdatin Humas BNPB.
Dalam perbincangan dengan CNNIndonesia.com pada 1 Oktober 2018, Sutopo mengaku mulanya ia menjadi juru bicara BNPB karena 'dipaksa'.
"Waktu itu saya dipaksa dilantik. Saya enggak punya background komunikasi, tapi bisa menjelaskan itu (bencana)," katanya.
Latar belakang sebagai peneliti di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dulu membuatnya dekat dengan media. Dia pernah menjadi narasumber karena salah satu penelitiannya di Situ Gintung menjadi rujukan ketika tanggul itu jebol, dan menewaskan sekitar 100 orang pada 2009.
Sutopo pun sebenarnya siap jika harus digantikan orang lain. Namun, menurut dia menjelaskan data dan mekanisme bencana bukan perkara gampang.
[pilihan-redaksi2]
Dalam menyiapkan data bencana sebelum disampaikan kepada media massa, Sutopo kerap menghabiskan waktu seharian penuh buat menyusunnya. Baginya tak mudah mendapatkan data-data saat terjadi bencana.
Dalam menyiapkan data bencana sebelum disampaikan kepada media massa, Sutopo kerap menghabiskan waktu seharian penuh buat menyusunnya. Baginya tak mudah mendapatkan data-data saat terjadi bencana.
Dia terlebih dulu harus mengontak setiap posko, menyatukan data, menyortir, memeriksa dan menganalisisnya sebelum dibagikan ke media. Belum jika wilayah bencana sulit dijangkau atau jalur komunikasi putus.
Kini, Sutopo telah tiada, namun kesigapannya dalam memberikan informasi terkait bencana selalu dikenang terutama di kalangan wartawan, dan netizen. Pasalnya, Sutopo memang terbilang 'cerewet' membagi pendapat dan keseharian di akun media sosial miliknya.(bbn/rls/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2812 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1984 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1803 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026