Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 27 Juli 2026
Riset Roy Morgan: Banyak Warga Sudah Tidak Percaya Medsos
Senin, 29 Juli 2019,
13:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Survei terbaru dari perusahaan riset Roy Morgan tentang tingkat kepercayaan di media sosial dan media konvensional menunjukkan kepercayaan masyarakat atas medsos buruk dibanding media konvensional seperti radio, majalah dan televisi. Artinya, banyak warga yang tidak percaya dengan postingan di medsos.
[pilihan-redaksi]
Diungkapkan Roy Morgan, 44 persen warga Australia tidak mempercayai media sosial (medsos). Mereka sejauh ini masih lebih mengandalkan sajian berita dari media konvensional.
Survei serupa tahun lalu menyebut Facebook sebagai medsos yang paling tidak dipercayai, namun survei tahun ini menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan. Tingkat ketidakpercayaan warga Australia terhadap Facebook kini tercatat hanya 33 persen.
Survei yang melibatkan 1.200 responden di bulan April 2019 ini menyebutkan, ada beberapa alasan utama mengapa mereka tidak memercayai medsos.
Pertama yaitu maraknya hoaks atau manipulasi kebenaran. Kedua yakni siapapun saat ini bisa membuat klaim tanpa bukti dan menyebarkannya sebagai berita.
“Ketiga banyak kebenaran yang dimanipulasi, masalah privasi, bias, dan agenda tersembunyi,” ujar CEO Roy Morgan, Michele Levine, mengenai hasil survei tersebut.
“Ketidakpercayaan itu manifestasi ketakutan, rasa sakit, dan pengkhianatan yang kita alami,” katanya dilansir Indonesiainside.id
[pilihan-redaksi2]
Levine mengatakan ditengah maraknya berita bohong, melacak ketidakpercayaan menjadi masalah serius bagi para pengelola media.
Survei ini menunjukkan media konvensional secara konsisten tetap dipercayai warga Australia.
Media yang paling dipercaya yaitu lembaga penyiaran publik ABC, disusul oleh SBS. ABC bahkan hanya mendapat tingkat ketidakpercayaan dari warga Australia sebanyak 7 persen.
“Warga Australia menyatakan kepercayaan mereka terhadap ABC didorong oleh kurangnya bias dan keberpihakan, serta jurnalisme berkualitas dan beretika,” jelasnya. [bbn/rls/psk]
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
02
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1984 Kali
03
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1846 Kali
04
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1748 Kali
05
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1532 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026